Langkah agresif tersebut menunjukkan komitmen kuat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

>>> Google Resmi Luncurkan Android 17, Fokus pada Keamanan dan Gemini AI

in1

"Dengan demikian, dalam beberapa waktu terakhir BI telah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian pasar, terutama karena rupiah sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup besar terhadap dolar AS," katanya.

Berdasarkan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan rupiah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) akan ditutup melemah pada kisaran Rp17.760 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Menjelang pengumuman hasil RDG BI pukul 13.39 WIB, rupiah terkoreksi 0,38% atau 67 poin ke level Rp17.829 per dolar AS.

BI Rate Naik 25 Basis Poin

Merupakan dinamika pasar, Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang berakhir pada Kamis (18/6/2026).

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%," ujar Perry.

Bersamaan dengan itu, bank sentral juga mengerek suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75% dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,5%, masing-masing naik 25 basis poin.

Perry menetapkan bahwa penaikan suku bunga ini merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar global yang masih tinggi.

"Serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah," lanjut Perry.

Pasca pengumuman kenaikan BI Rate menjadi 5,75%, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai menunjukkan tanda pemulihan.

>>> Netflix Siapkan Film Korea Humint yang Dibintangi Jo In Sung

Pada pukul 14.42 WIB, pelemahan rupiah terpantau menipis menjadi hanya 0,02% atau melemah 0,04 poin ke level Rp17.766 per dolar AS.