Bank Indonesia (BI) bersama People's Bank of China (PBOC) memperdalam kerja sama penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) antara Rupiah dan Renminbi.

Kesepakatan ini ditandatangani di Shanghai, China, pada 11 Juni 2026.

in1

>>> Pemkab Batang dan PGN Manfaatkan Lahan Salin untuk Program Minapadi

Langkah akselerasi dedolarisasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam aktivitas ekonomi lintas negara.

Volume transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal antara Indonesia dan China menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat pesat.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, tahun lalu total transaksi mencapai US$18 miliar. Tahun ini, dalam empat bulan saja sudah mencapai US$13 miliar.

Infrastruktur dan Instrumen Baru

BI dan PBOC berkomitmen mengoordinasikan perbankan serta pelaku usaha agar semakin masif mengadopsi Rupiah dan Renminbi.

Infrastruktur sistem pembayaran lintas negara secara end-to-end telah mendukung penuh ekosistem LCT, mulai dari sistem pembayaran ritel seperti QRIS hingga sistem penyelesaian transaksi nilai besar secara real time gross settlement (RTGS).

>>> Presiden Lebanon: 18 Persen Wilayah Rusak Akibat Perang

Akses penyelesaian langsung melalui sistem wholesale nilai besar di China (CIBS) kini dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bersama tiga bank asal Tiongkok.

Selain memfasilitasi transaksi riil, kedua otoritas moneter juga sepakat melakukan pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing domestik.

Melalui likuiditas transaksi yang besar, pengembangan instrumen pasar uang meluas pada Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk transaksi Rupiah-Renminbi secara langsung.

Bank-bank dalam negeri yang ditunjuk dapat terhubung langsung dengan bank di China daratan maupun melalui hub finansial Hong Kong.

Sebagai jaring pengaman, BI dan PBOC memperluas kerja sama melalui instrumen bilateral swap dengan membuka monetary instrument swap dalam valuta Rupiah-Renminbi.

>>> AEI: Ulasan MSCI Jadi Momentum Perkuat Kualitas Pasar Modal

Fasilitas tersebut diintegrasikan dengan rezim Local Currency Bilateral Swap (LCBS) antara kedua otoritas moneter.