Perlombaan Rare Earth Bergeser ke Greenland, China Masih Dominasi Mineral Kunci
Perusahaan rare earth yang beraliansi dengan Amerika Serikat, REalloys, telah mengamankan kesepakatan pasokan 15 tahun yang terkait dengan proyek Tanbreez di Greenland, salah satu deposit heavy rare earth terbesar di luar China.
Kesepakatan ini memberikan REalloys akses ke 15% produksi Fase 1 Tanbreez, langkah yang dapat mengubah arah pencarian mineral penting bagi Amerika Serikat untuk kebutuhan rudal, drone, kendaraan listrik, turbin angin, dan elektronik sehari-hari.
>>> Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia
Bagi Afrika, perkembangan ini signifikan.
Sub-Sahara Afrika diperkirakan memiliki sekitar 30% cadangan mineral kritis dunia, namun Greenland kini menawarkan jalur strategis lain bagi produsen Barat di tengah meningkatnya perhatian pada keamanan, perizinan, pemrosesan, dan dampak lingkungan.
Greenland Ubah Peta Persaingan
Berdasarkan kesepakatan, REalloys akan membeli 15% dari produksi bulanan Fase 1 proyek Tanbreez milik Critical Metals Corp. di Greenland selatan.
Perusahaan menyebutkan Fase 1 memiliki kapasitas terpasang hingga sekitar 16.500 ton konsentrat rare earth per tahun, dengan pengiriman masih tunduk pada aturan kualifikasi dan spesifikasi produk.
Heavy rare earth seperti dysprosium dan terbium sangat penting karena membantu magnet bekerja pada suhu tinggi, yang diperlukan untuk jet tempur, radar, sistem rudal, drone, mobilitas listrik, dan tenaga angin.
Critical Metals menyebut Tanbreez sebagai deposit heavy rare earth utama dengan konsentrasi tinggi dysprosium dan terbium.
REalloys mengatakan kesepakatan ini mendukung strategi "mine-to-magnet" untuk pelanggan pertahanan dan industri AS, sementara Critical Metals menyebutnya sebagai bagian dari rantai pasokan yang beraliansi dengan Barat.
Artinya, akses mineral mentah harus diubah menjadi logam, paduan, dan magnet, bukan sekadar mengirim batu melintasi lautan.
Update Terbaru
Pemprov Sultra Bakal Lelang Kendaraan Dinas, Ini Jadwal dan Cara Ikut
Minggu / 21-06-2026, 15:16 WIB
Ekonom CELIOS: Efisiensi Anggaran Tebang Pilih, Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul
Minggu / 21-06-2026, 15:16 WIB
PT Esa Medika Mandiri Siap IPO, Target Dana Rp269 Miliar untuk Ekspansi
Minggu / 21-06-2026, 15:16 WIB
Samsung Resmi Rilis One UI 8.5, Ini Daftar Galaxy S, A, Z Fold, dan Tab yang Kebagian Pembaruan
Minggu / 21-06-2026, 15:12 WIB
3 Rekomendasi Sepatu Lari Brodo untuk Pemula hingga Profesional
Minggu / 21-06-2026, 15:12 WIB
Dokter Spesialis Kulit Sarankan Cuci Bra Rutin demi Jaga Kesehatan Kulit
Minggu / 21-06-2026, 15:12 WIB
6 Negara Ini Pernah Jadi Bagian Indonesia, Begini Nasibnya Kini
Minggu / 21-06-2026, 15:11 WIB
Spanyol Diyakini Lolos Fase Grup Piala Dunia 2026 Meski Start Kurang Mulus
Minggu / 21-06-2026, 15:11 WIB
Refal Hady dan Aisyah Aqilah Kembali Jadi Sorotan, Isu Kedekatan Makin Ramai Dibahas
Minggu / 21-06-2026, 15:09 WIB
Dekranasda Jakut Beri Diskon hingga 80 Persen di Festival Jakarta Great Sale
Minggu / 21-06-2026, 15:09 WIB
Baznas RI Kaji Penguatan Asnaf Riqab untuk Respons Tantangan Sosial Modern
Minggu / 21-06-2026, 15:08 WIB
Rockstar Games Buka Pre-Order GTA 6 Mulai 25 Juni 2026
Minggu / 21-06-2026, 15:08 WIB
Daihatsu Gelar Kumpul Sahabat 2026 di Alun-Alun Depok
Minggu / 21-06-2026, 15:08 WIB
Penerimaan Pajak Neto Tembus Rp940,31 Triliun per Pertengahan Juni 2026
Minggu / 21-06-2026, 15:08 WIB






