>>> LPS Tetapkan Rp18,6 Miliar Simpanan Layak Bayar Nasabah BPR PN

Kompensasi Jadi Faktor Utama

Dari sisi kompensasi, sebanyak 64% Gen Z yang ragu mengambil posisi manajemen menyebut kenaikan gaji sebagai faktor utama yang dapat mengubah keputusan mereka.

in1

Sementara itu, 38% menginginkan kewenangan pengambilan keputusan yang lebih jelas.

Sebanyak 24% menyoroti pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance). Namun, respons perusahaan dinilai belum sejalan dengan harapan tersebut.

Hanya 38% perusahaan yang mengaku sedang meninjau ulang paket gaji dan insentif.

Mayoritas perusahaan justru lebih fokus pada jalur promosi yang lebih jelas (69%) dan program pengembangan kepemimpinan (62%).

Associate Director Robert Walters Indonesia, Michelle Tanjung menilai, banyak profesional muda Indonesia bersikap pragmatis karena harus menyeimbangkan tuntutan karier dengan kebutuhan finansial keluarga.

"Mereka melihat atasan mereka saat ini bertindak sebagai 'pejuang korporat' yang memikul beban berlebih, harus memenuhi tuntutan pimpinan senior sekaligus melindungi tim junior tanpa kompensasi yang layak," kata Michelle.

Ancaman bagi Keberlangsungan Bisnis

Kondisi ini juga berpotensi menjadi ancaman bagi keberlangsungan bisnis.

Sebanyak 64% perusahaan menyebut keberadaan pipeline manajer tingkat menengah yang kuat penting untuk mempersiapkan calon pemimpin senior di masa depan.

Namun, 36% perusahaan mengaku belum mengambil langkah apa pun untuk mengatasi kesenjangan tersebut.

>>> Prapesan GTA VI Resmi Dibuka Mulai 25 Juni 2026

Robert Walters menilai perusahaan perlu mulai memperbaiki struktur kompensasi, memberikan kewenangan yang lebih jelas kepada manajer, serta meningkatkan apresiasi terhadap posisi manajemen agar lebih menarik bagi generasi muda.