Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai calon Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026-2030.

Penetapan ini tertuang dalam surat resmi yang dikeluarkan pada Rabu (17/6/2026).

in1

>>> IHSG Melemah 0,73% Usai MSCI Turunkan Peringkat Transparansi Informasi

Selain posisi direktur utama, OJK juga menunjuk sejumlah calon direksi lainnya.

Mereka adalah Saidu Solihin sebagai calon Direktur Penilaian Perusahaan, Irvan Susandy sebagai calon Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, serta Yulianto Aji Sadono sebagai calon Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan.

OJK juga menetapkan Abdul Munim sebagai calon Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Iding Pardi sebagai calon Direktur Pengembangan, dan Umi Kulsum sebagai calon Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Umum.

Kepemimpinan baru ini diumumkan saat pasar saham sedang bergejolak akibat ketidakpastian suku bunga global dan fluktuasi modal asing.

Meski demikian, susunan direksi baru akan efektif setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI yang dijadwalkan pada 29 Juni 2026.

Para pelaku pasar menaruh harapan besar pada kepengurusan baru ini untuk mengembalikan sentimen positif investor di tengah situasi makroekonomi yang dinamis.

>>> Produk Herbal Indonesia Raih Kesepakatan Ekspor ke Arab Saudi Rp2,5 Miliar

Pemulihan kepercayaan dinilai menjadi prioritas utama dibandingkan sekadar memacu pertumbuhan angka indeks secara instan.

Regulasi dan keterbukaan informasi yang kuat menjadi fondasi penting bagi jajaran direksi dalam menavigasi volatilitas pasar saat ini.

Fondasi tersebut krusial agar program pendalaman pasar modal dan penambahan jumlah investor baru dapat berjalan maksimal di masa mendatang.

Analisis dari sisi makro menunjukkan bahwa figur pimpinan bursa merupakan salah satu instrumen pendukung, namun daya tarik investasi tetap bertumpu pada tata kelola ekonomi nasional secara makro.

Manajemen BEI dituntut untuk mempererat komunikasi lintas sektoral dengan otoritas tertinggi dan jajaran pemerintah pusat.

>>> Temanggung Rintis Kelas Khusus Olahraga untuk Pelajar SMP

Kerja sama struktural ini menjadi penentu utama dalam menjaga daya saing pasar modal Indonesia di kancah internasional.