Yield SUN tenor dua tahun telah mencapai 7,07% per 16 Juni 2026, sedangkan yield SUN tenor 10 tahun berada pada level 7,42%.

"Dengan acuan tersebut, obligasi korporasi baru akan lebih menarik jika memberikan premi di atas SBN sesuai peringkatnya," imbuhnya.

in1

Kupon di kisaran high-6% hingga low-7% dinilai mulai kompetitif untuk obligasi korporasi berperingkat AAA dan AA dengan tenor pendek hingga menengah.

Di sisi lain, obligasi yang berperingkat A kemungkinan besar perlu menawarkan kupon pada area high-8% hingga low-9%.

Kompensasi untuk peringkat BBB biasanya harus lebih tinggi lagi bahkan berpotensi menembus angka dua digit karena besarnya risiko kredit dan likuiditas.

"Tapi kisaran tersebut perlu dibaca sebagai pendekatan teoritis berbasis relative pricing, bukan rekomendasi investasi," tandasnya.

Ahmad melengkapi analisisnya dengan menyebut instrumen deposito saat ini menjadi pesaing kuat bagi obligasi korporasi karena menawarkan risiko rendah dengan likuiditas lebih baik.

SBN tetap menjadi tolok ukur utama pasar obligasi karena didukung penuh oleh risiko kredit dari pemerintah.

>>> Kanada Hancurkan Qatar 6-0, Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia

Daya tarik dari obligasi korporasi akan sangat bergantung pada kemampuan penerbit dalam menawarkan tambahan imbal hasil yang memadai untuk mengompensasi risiko kredit, tenor, likuiditas pasar sekunder, hingga potensi mark-to-market loss saat yield kembali naik.