Perjalanan menuju puncak memakan waktu sekitar satu setengah jam.

>>> AS Minta Israel Hormati Proses Perdamaian Timur Tengah

in1

Bagi mereka yang tidak terbiasa berjalan jauh atau mendaki, medan ini cukup menguras tenaga namun semangat jemaah tetap terjaga demi menyaksikan lokasi turunnya wahyu.

"Ayo sebentar lagi kita sampai Gua Hira," ujar ketua rombongan MCH, Abdul Kholik menyemangati tim MCH yang lain.

Jalur menuju Gua Hira kini telah ditata dengan lebih baik daripada kondisi berabad-abad lalu.

Anak tangga sudah tersusun rapi dan sejumlah selter peristirahatan tersedia di beberapa titik komersial.

Para pedagang di sepanjang jalur banyak menawarkan air minum, makanan ringan, hingga aneka suvenir khas Makkah.

Fasilitas ini membantu para peziarah yang ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pendakian.

Sesampainya di area puncak Jabal Nur, rombongan MCH sempat melaksanakan Salat Subuh berjamaah sebelum menuju Gua Hira.

Dari titik ini, panorama Kota Makkah yang memukau menghadirkan suasana perenungan yang mendalam bagi para jemaah.

Pengalaman serupa dirasakan oleh jemaah haji Indonesia asal Nganjuk, Jawa Timur, Ali Mukti.

Ia memulai perjalanan menuju Jabal Nur sekitar pukul 01.00 Waktu Arab Saudi (WAS) dan tiba di puncak satu jam kemudian.

Ali meyakini siapa saja dapat mencapai Gua Hira selama memiliki niat yang kuat serta mempersiapkan diri dengan baik.

>>> KuCoin dan Adam Scott Rayakan 100 Turnamen Bergengsi Beruntun

Kondisi fisik yang prima serta bekal logistik yang cukup menjadi faktor penting untuk menunjang perjalanan. "Innamal a'malu binniyat dan selawat Shollu ala Sayyidina Muhammad," ujarnya.