Aksi buyback dan dividen tunai dapat menjadi stimulus jangka pendek, namun kenaikan BI rate ke 5,75% menjadi faktor penahan.

Kebijakan suku bunga tersebut menekan net interest margin (NIM) perbankan dan meningkatkan beban bunga emiten infrastruktur.

in1

Arinda tetap memandang prospek saham Danantara bagus jika aliran dana asing terjaga dan makroekonomi stabil.

Keberlanjutan IDX BUMN20 dipengaruhi arah suku bunga BI, ekonomi global, fluktuasi rupiah, dan realisasi belanja pemerintah.

"Peluang penguatan masih ada, tapi risiko volatilitas tetap perlu diantisipasi," ujarnya.

Arinda merekomendasikan saham perbankan seperti BBRI, BMRI, dan BBNI karena fundamental kuat, profitabilitas tinggi, likuiditas baik, dan dividen konsisten.

Sektor energi dan telekomunikasi juga menarik, dengan saham ANTM, TINS, BBRI, dan TLKM layak dicermati.

Target harga ANTM di Rp5.000, TINS Rp4.500, BBRI Rp4.000, dan TLKM Rp3.500 per saham.

>>> Richard Lee Ajukan Tahanan Kota di Sidang Perdana Kasus Kosmetik Ilegal

Wafi menambahkan, saham Danantara dari sektor perbankan, energi, dan pertambangan masih menarik karena yield dividen di atas rata-rata, dukungan pemerintah, dan likuiditas tinggi.