Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih bertahan di level Rp50 per lembar sejak 5 Mei 2026.

Meski harga stagnan, investor asing justru gencar mengoleksi saham emiten teknologi ini.

in1

>>> Krisis Resin PPE di Jubail Picu Kenaikan Harga Papan Sirkuit Global 40 Persen

Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 854,77 juta saham GOTO ditransaksikan dengan frekuensi 5.141 kali.

Nilai transaksi mencapai Rp42,34 miliar, dengan net buy asing sebesar Rp34,71 miliar.

Aksi borong asing ini memperpanjang tren positif sejak 18 Mei hingga 17 Juni 2026. Dalam sebulan, akumulasi net buy asing pada GOTO telah menembus Rp275,89 miliar.

Optimisme Analis dan Kinerja Keuangan

Mandiri Sekuritas tetap optimistis terhadap GOTO. Dalam laporan Equity Valuation, mereka merekomendasikan beli dengan target harga Rp100.

Kinerja keuangan kuartal I-2026 menunjukkan pemulihan.

GOTO membukukan laba bersih Rp257,94 miliar, berbalik dari rugi Rp283,32 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Hasil RUPS dan RUPSLB 2026

GOTO baru saja menyelesaikan RUPST dan RUPSLB 2026. Seluruh agenda rapat mendapat persetujuan pemegang saham.

Salah satu poin penting adalah rencana buyback saham dengan alokasi dana maksimal Rp3,5 triliun untuk periode 2026–2027.

>>> IHSG Diprediksi Melemah 19 Juni 2026, Simak Rekomendasi Saham dari Analis

Langkah ini dinilai sebagai strategi pengelolaan modal dan refleksi kepercayaan manajemen terhadap fundamental bisnis.

Struktur Manajemen Dipertahankan

Pemegang saham sepakat mempertahankan susunan Dewan Komisaris dan Direksi GOTO. Keputusan ini diambil demi menjaga kesinambungan kepemimpinan dalam fokus peningkatan profitabilitas jangka panjang.

Agus D. W.

Martowardojo kembali diangkat sebagai Komisaris Utama, Marjorie Tiu Lao sebagai Komisaris Independen, dan Santoso Kartono sebagai Komisaris. Direktur Utama tetap dijabat Hans Patuwo.

Hans Patuwo menyampaikan apresiasi atas dukungan pemegang saham. Ia menegaskan fokus perusahaan pada penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan masyarakat Indonesia.

Agus D. W.

Martowardojo memberikan penilaian positif terhadap kinerja manajemen. Ia menyatakan keyakinan bahwa perusahaan berada di jalur tepat untuk pertumbuhan berkelanjutan.

>>> Krisis Selat Hormuz Pangkas Proyeksi Laba Perusahaan Asia Tenggara

Stabilitas kepemimpinan diharapkan mempercepat program efisiensi operasional, monetisasi layanan, dan inovasi produk berbasis teknologi.