>>> Krisis Selat Hormuz Pangkas Proyeksi Laba Perusahaan Asia Tenggara

"Produksi kini terhenti total, dan tidak ada pemasok alternatif yang mampu menutupi kekosongan tersebut," jelasnya.

Dampak Langsung Terhadap Konsumen Elektronik

in1

Mark Vena, CEO SmartTech Research, memprediksi konsumen mungkin tidak akan pernah mendengar istilah "kelangkaan resin PPE" saat berbelanja, tetapi mereka pasti akan merasakan dampak harganya.

"Papan sirkuit adalah sistem saraf dari setiap perangkat modern.

Saat biaya produksinya melonjak, dampaknya akan langsung menjalar ke ponsel, laptop, konsol game, router, dan server AI," kata Vena.

Tekanan harga ini diperkirakan akan menghantam perangkat dengan margin keuntungan tipis terlebih dahulu, seperti PC, aksesori, router, ponsel Android kelas menengah, hingga smartphone layar lipat yang memiliki desain mesin sangat kompleks.

Bahkan Apple, yang memiliki modal raksasa dan manajemen rantai pasok tingkat dewa, tidak bisa sepenuhnya menghindar.

"Apple bisa mengalihkan beban tersebut, tetapi mereka tidak bisa menyulap kemacetan industri petrokimia agar tiba-tiba menghilang," tambah Vena.

Proyeksi Lonjakan Harga di Akhir Tahun 2026

Kabar baiknya untuk jangka pendek, harga perangkat flagship kemungkinan besar masih akan stabil.

CEO Goji Mobile, Thad Hwang, memprediksi konsumen tidak akan melihat kenaikan harga eceran untuk perangkat seperti iPhone 17 atau Samsung Galaxy S26 dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, ia mewanti-wanti bahwa efek panjang dari ketidakstabilan ini baru akan mulai terasa pada musim gugur mendatang.

Sridhar Tayur, Profesor Manajemen Operasi di Carnegie Mellon University, menegaskan bahwa pilihan produsen elektronik saat ini sangat terbatas karena Amerika Serikat pun tidak memiliki kapasitas pabrik untuk menggantikan pasokan resin dari Jubail.

>>> BI Turunkan Batas Pembelian Valas Tunai Tanpa Underlying Jadi US$10.000

"Jika barangnya memang tidak ada, tidak banyak yang bisa dilakukan oleh pabrikan dalam menghadapi kelangkaan ini," pungkasnya.