Dukungan Masyarakat Tinggi

Menurut Budi, saat ini dukungan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik di Indonesia sangat kuat.

Dalam sebuah survei di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar, sebanyak 98 persen responden menyatakan mendukung.

in1

Selain itu, hasil penelitian lembaga survei yang dikutip AISMOLI tersebut menunjukkan 94,8 persen setuju bahwa pemerintah perlu mendorong percepatan transisi itu secara aktif.

>>> KSM di Yogyakarta Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Alternatif

Ia mengatakan di antara mereka yang sudah menjadi pengguna, 96,8 persen menyatakan manfaat yang dirasakan langsung yaitu biaya operasional lebih rendah, perawatan lebih mudah dan beban pajak lebih ringan.

Menurut dia, di antara responden yang belum memiliki kendaraan listrik, 81,1 persen menyatakan bersedia beralih apabila terbukti memperbaiki kualitas hidup mereka dari sisi kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.

Temuan tersebut juga mengungkapkan sebanyak 89,2 persen berharap pemerintah mewajibkan harga kendaraan listrik lebih terjangkau dan 95,8 persen mendukung pemerintah mendorong produksi kendaraan rendah emisi yang lebih masif.

"Masyarakat Indonesia sudah siap, memahami manfaatnya, dan menantikan percepatan transisi energi di bidang transportasi," ujar Budi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal AISMOLI Hanggoro Ananta Khrisna mengatakan yang dibutuhkan industri kendaraan listrik adalah ekosistem kebijakan yang stabil dan dapat diprediksi.

Kepastian arah kebijakan fiskal dan regulasi dalam jangka menengah dan panjang, mulai dari skema dukungan pembelian, kebijakan perpajakan kendaraan, hingga standar produksi, akan menentukan sejauh mana investasi industri dapat tumbuh secara berkelanjutan.

"Tanpa konsistensi kebijakan, setiap gelombang adopsi yang terbentuk berisiko terhenti ketika program berakhir atau berganti," katanya.

Ia mengatakan industri telah mempersiapkan diri sepenuhnya, ketersediaan unit kendaraan terjaga, jaringan distribusi aktif, dan usulan perbaikan teknis telah disampaikan kepada pemerintah.

Yang diperlukan saat ini adalah regulasi teknis pelaksana jangka pendek yang memberi kepastian segera, seiring dengan komitmen kebijakan jangka menengah yang menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi seluruh rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.

>>> Apple Sinyal Naikkan Harga iPhone dan Mac Akibat Biaya Komponen Melonjak

"Dengan konsistensi kebijakan, Indonesia memiliki peluang nyata untuk membangun industri kendaraan listrik yang kompetitif secara global," ujar Hanggoro.