“Yang perlu dilakukan adalah terus memantau perkembangan produksi, distribusi, dan harga gabah agar potensi tekanan di pasar dapat diantisipasi lebih awal,” kata Afaqa.

Memasuki paruh kedua tahun ini, pasar juga dibayangi siklus musiman masa tanam gadu yang secara historis mencatat surplus lebih rendah dari panen raya.

in1

Posisi harga gabah yang tinggi berpotensi mengunci harga beras di tingkat konsumen agar tidak turun.

Dari aspek eksternal, kenaikan harga beras dan biaya produksi dunia diprediksi tidak berdampak masif bagi Indonesia karena ketergantungan impor yang rendah.

Afaqa menyebutkan faktor penahan utama adalah volume CBP yang mencapai sekitar 5,3 juta ton.

Pemerintah dapat memanfaatkan stok tersebut untuk intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau operasi pasar.

>>> Alphonso Davies Kembali Perkuat Kanada Hadapi Qatar di Piala Dunia 2026

“Skenario yang paling mungkin adalah harga beras cenderung bertahan pada level yang relatif tinggi atau mengalami kenaikan secara moderat, bukan lonjakan signifikan,” ujarnya.