Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras secara merata di semua lini distribusi selama Mei 2026. Lonjakan ini terjadi mulai dari tingkat penggilingan hingga ke konsumen akhir.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan rata-rata harga beras di penggilingan mencapai Rp13.765 per kilogram.

>>> WOM Finance Lebih Selektif Rilis Surat Utang di 2026, Strategi Jaga Keuangan Aman

Angka ini naik 0,58 persen dibandingkan April 2026 yang sebesar Rp13.685.

Secara tahunan, harga di penggilingan melonjak 8,10 persen dari Mei 2025. Kenaikan ini mencakup tren bulanan maupun tahunan yang konsisten.

Rincian Harga Beras Berdasarkan Tingkat Distribusi

BPS merilis data rata-rata harga beras pada Mei 2026 sebagai berikut:

  • Penggilingan (total): Rp13.765/kg, naik 0,58% (mtm) dan 8,10% (yoy)
  • Beras premium (penggilingan): naik 0,56% (mtm) dan 12,81% (yoy)
  • Beras medium (penggilingan): naik 0,79% (mtm) dan 6,57% (yoy)
  • Tingkat grosir: Rp14.574/kg, naik 0,68% (mtm) dan 6,11% (yoy)
  • Tingkat eceran: Rp15.358/kg, naik 0,38% (mtm) dan 4,55% (yoy)

Beras premium di tingkat penggilingan mencatat lonjakan tahunan tertinggi, mencapai 12,81 persen. Sementara beras medium naik 0,79 persen secara bulanan.

Di level grosir, harga rata-rata naik dari Rp14.476 menjadi Rp14.574 per kilogram. Konsumen akhir di tingkat eceran kini membayar rata-rata Rp15.358 per kilogram.

Andil Beras dan Komoditas Lain terhadap Inflasi

Pudji menjelaskan bahwa harga yang dihimpun BPS merupakan rata-rata nasional dari semua jenis kualitas beras. Kenaikan ini menjadi salah satu faktor penentu inflasi Mei 2026.

BPS mencatat inflasi bulanan sebesar 0,28 persen, sementara inflasi tahunan mencapai 3,08 persen. Sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama kenaikan indeks harga.