PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance mengambil langkah lebih waspada dalam strategi pendanaan.

Perusahaan pembiayaan ini akan lebih selektif dalam menetapkan waktu dan struktur penerbitan surat utang ke depan.

>>> Resmi! TORONTOTOKYO Gabung OG, Kejutan Bursa Transfer Esports 2026

Keputusan strategis ini diambil agar setiap instrumen keuangan yang diterbitkan selaras dengan dinamika pasar. Langkah ini merupakan respons terhadap kondisi ekonomi yang penuh tantangan bagi industri keuangan.

Direktur Keuangan WOM Finance, Cincin Lisa, menjelaskan kebijakan ini terkait kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Saat ini, BI Rate berada di level 5,25%, yang dibarengi dengan kenaikan yield obligasi.

Cincin mengakui kombinasi kedua faktor tersebut berpotensi memberikan tekanan signifikan terhadap pasar obligasi korporasi. Kondisi pasar yang fluktuatif menuntut perhitungan matang sebelum melepas surat utang ke publik.

Meskipun tekanan nyata, Cincin memperkirakan pasar obligasi korporasi masih akan menunjukkan aktivitas dinamis. Namun, WOM Finance tetap memprioritaskan selektivitas untuk menjaga stabilitas kinerja keuangan.

Ia menekankan bahwa timing dan struktur penerbitan merupakan kunci utama agar instrumen dapat diserap pasar optimal. Pihaknya akan terus memantau pergerakan pasar secara intensif sebelum mengambil keputusan final.

Pertimbangan Sebelum Terbitkan Obligasi

Sejumlah parameter utama menjadi bahan pertimbangan WOM Finance sebelum menerbitkan surat utang. Pertama, pergerakan tingkat suku bunga acuan yang ditetapkan bank sentral.

Kedua, besaran yield atau imbal hasil yang berlaku di pasar saat ini. Ketiga, tingkat minat dan kepercayaan investor terhadap instrumen obligasi korporasi.

Keempat, kebutuhan modal kerja internal untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan. Melalui pertimbangan matang, WOM Finance berharap memperoleh efisiensi beban bunga yang terkendali.