Strategi ini diharapkan mampu menjaga kesehatan neraca keuangan di tengah tren kenaikan biaya dana.

Pencapaian Penerbitan Obligasi

Hingga Mei 2026, WOM Finance mencatatkan nilai penerbitan obligasi mencapai Rp 1,5 triliun. Seluruh dana yang terkumpul difokuskan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.

>>> Profil Nanik S Deyang, Sosok Asal Madiun yang Resmi Jadi Kepala BGN 2026

Terkait kupon obligasi, Cincin menyebut adanya kecenderungan pergerakan ke arah lebih tinggi. Tren kenaikan kupon sejalan dengan meningkatnya suku bunga acuan dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Meski demikian, kenaikan kupon pada obligasi korporasi terjadi secara bertahap dan relatif tidak drastis. Hal ini karena mekanisme penyesuaian yang berlangsung alami di pasar obligasi korporasi.

Langkah WOM Finance sejalan dengan tren industri multifinance yang aktif mencari pendanaan dari pasar modal. Kenaikan biaya dana tidak menyurutkan minat perusahaan pembiayaan menerbitkan surat utang.

Berdasarkan data Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), aktivitas penerbitan surat utang sektor multifinance menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, total penerbitan mencapai Rp 12,93 triliun.

Angka ini naik 19,3% year-on-year dibandingkan Rp 10,84 triliun pada Mei 2025. Tiga emiten terbesar berkontribusi 58,0% dari total pasar.

Pefindo memaparkan tiga pemain besar mendominasi perolehan dana dari surat utang. Ketiganya adalah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, PT Federal International Finance, dan PT Indomobil Finance Indonesia.

Masing-masing menerbitkan surat utang dengan nilai mencapai Rp 2,50 triliun. Total penerbitan ketiga perusahaan ini memberikan kontribusi dominan terhadap keseluruhan nilai penerbitan multifinance.

WOM Finance tetap optimistis memandang prospek bisnis ke depan, khususnya segmen pembiayaan modal kerja. Perusahaan yakin permintaan pasar akan tetap tumbuh meski dibayangi ketidakpastian ekonomi global.

Keyakinan ini didorong performa bisnis lainnya, seperti penyaluran pembiayaan syariah yang tumbuh 9,8% pada kuartal I-2026. Lini bisnis pembiayaan emas juga terus menunjukkan tren positif.

Hingga akhir Maret 2026, nilai pembiayaan emas di WOM Finance mencapai Rp 6 miliar. Pencapaian ini menjadi bukti diversifikasi produk mulai membuahkan hasil.

Dengan berbagai tantangan di pasar obligasi, WOM Finance berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan aset dan efisiensi biaya pendanaan.

>>> Piala Dunia 2026 Diprediksi Suntik Ekonomi AS Rp303 Triliun

Strategi selektif menjadi kunci utama menavigasi kondisi ekonomi sepanjang 2026.