>>> Disdik Jabar Siapkan Bantuan Rp 2,7 Juta bagi Calon Siswa Sekolah Swasta

Suasana memanas setelah seorang WNA berbaju putih turun dan memukul kaca belakang taksi.

in1

Sopir taksi langsung keluar dari mobilnya hingga terlibat adu mulut yang sangat sengit dengan warga asing itu.

"Rekan WNA yang berbaju hitam sebenarnya sempat berupaya melerai perselisihan itu, namun situasi di lapangan tetap saja memanas," tutur Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana.

Keterlibatan Massa dan Akhir Keributan

Situasi sempat mereda pada pukul 15.37 Wita ketika kelompok WNA tersebut bersiap menyalakan motor untuk pergi.

Namun saat mereka melintas, pengemudi taksi mendadak melayangkan pukulan kepada WNA berbaju hitam yang sedang berboncengan.

"Karena tidak terima dipukul, kelompok WNA ini menghentikan motornya lalu terjadi aksi saling serang yang memicu keributan besar," jelas Sukadana.

Melihat perkelahian itu, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) di sekitar lokasi langsung mendekat.

Kehadiran para pengendara ojek ini membuat bentrokan semakin meluas dan melibatkan lebih banyak orang.

"Petugas keamanan dari pihak Gigi Susu atas nama Kanis, Donis, dan Kris langsung turun tangan melerai perkelahian massal tersebut," ungkap Sukadana.

Keadaan akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas keamanan kafe, dan kedua belah pihak memilih membubarkan diri.

Rombongan WNA pergi lebih dulu ke arah utara, lalu disusul oleh pengemudi taksi setelah situasi kondusif.

>>> Evan Marvino Terseret Dugaan KDRT, Ana Sofa Yuking Beri Pendampingan Hukum

"Kasus ini dipicu oleh tindakan tidak menyenangkan yang berujung kontak fisik, kemudian membesar karena keterlibatan ojol serta opang di lokasi," pungkas Sukadana.