Pabrik Pemasok Nike di Bandung Rumahkan 4.000 Pekerja
Sebanyak 4.000 pekerja di salah satu pabrik pemasok sepatu Nike yang berlokasi di Bandung dirumahkan sejak Senin, 15 Juni 2026.
Keputusan ini diambil manajemen akibat keterlambatan pengiriman pasokan bahan baku dari Amerika Serikat.
>>> Joao Neves Jadi Man of the Match Usai Cetak Gol untuk Portugal
Jumlah pekerja yang dirumahkan mencapai hampir sepertiga dari total 14.000 tenaga kerja di pabrik tersebut.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengonfirmasi bahwa keterlambatan suplai terjadi karena sebelumnya bahan baku langsung disuplai Nike, lalu dialihkan ke vendor pihak ketiga.
"Diperkirakan bahan baku baru tersedia bulan Juli," ujar Ristadi, seperti dilansir Detik Finance pada Kamis, 18 Juni 2026.
Pihak serikat pekerja memastikan manajemen berkomitmen memenuhi hak finansial buruh selama masa pemulihan rantai pasok.
"Selama dirumahkan, perusahaan tetap memberikan hak normatif sesuai UU Ketenagakerjaan, termasuk upah sebesar upah minimum yang berlaku," kata Ristadi.
Meski hak dasar terpenuhi, KSPN mengkhawatirkan adanya faktor lain di balik tersendatnya logistik.
>>> Sinyal Hawkish The Fed dan Dolar Kuat Tekan Harga Emas Dunia
Ada indikasi persoalan ini berkaitan dengan tren penurunan volume pemesanan dari pasar internasional.
"Nike mengurangi ordernya, ini bisa berakibat fatal yaitu potensi PHK massal," tutur Ristadi.
Menurut analisis KSPN, sektor manufaktur domestik yang mengandalkan material impor saat ini tertekan akibat lonjakan biaya produksi dan energi.
Daya beli masyarakat yang melemah juga membatasi ruang pengusaha untuk menyesuaikan harga jual.
Serikat buruh mendesak langkah konkret dari otoritas untuk memproteksi aktivitas manufaktur dalam negeri melalui regulasi impor dan stabilitas tarif energi.
>>> Marc Klok Pulihkan Cedera demi Agenda Padat Timnas Indonesia
"Misalnya pengetatan impor barang yang sudah mampu diproduksi dalam negeri, stabilitas harga dan suplai energi, perizinan cepat, pajak rasional, dan penyiapan SDM sesuai kebutuhan dunia usaha," pungkas Ristadi.
Update Terbaru
Akun Instagram Bruno Fernandes Diserbu Puluhan Ribu Pendukung Cristiano Ronaldo
Jumat / 19-06-2026, 07:03 WIB
Kolombia Taklukkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:03 WIB
AS Akhiri Blokade Selat Hormuz Setelah Iran Sepakati Perdamaian
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
HRC Tunjuk Mikihiko Kawase Gantikan Alberto Puig sebagai Team Manager MotoGP
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Studi Ungkap Ciri Kepribadian yang Memicu Penghasilan Tinggi
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Promo Superindo 5 Mei 2026: Diskon 55% dan Beli 2 Lebih Hemat
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Saham BBCA Turun 3,19 Persen, Likuiditas Tetap Kuat
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Akun Bruno Fernandes Diserbu Fans Ronaldo Usai Portugal Ditahan Imbang
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Pelatih Bosnia Tegaskan Timnya Belum Menyerah untuk Lolos Fase Grup
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Monas Jumat Malam
Jumat / 19-06-2026, 06:58 WIB
Marc Cucurella Resmi Bergabung dengan Real Madrid dalam Transfer Kilat
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB
Harga Emas Antam dan Pegadaian Anjlok, Buyback Terkoreksi Rp39.000
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB
Budi Setyawan Wijaya Resmi Jadi Direktur Utama PT PELNI
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB
Al-Nassr Siapkan Tiga Pemusatan Latihan Jelang Musim Baru
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB






