Kolonisasi ini memicu peningkatan produksi beta-amiloid dan patologi tau, dua protein yang mendefinisikan model medis perkembangan Alzheimer.

Dari Senyawa ke Kegagalan Uji Klinis

Perusahaan farmasi Cortexyme mengoordinasikan pengembangan obat selanjutnya.

in1

Jika gingipain mendorong neurodegenerasi, memblokir enzim tersebut dapat memperlambat penyakit.

Perusahaan mengembangkan molekul kecil bernama COR388, kemudian dinamai atuzaginstat, yang dirancang untuk menghambat aktivitas gingipain di otak.

Senyawa ini menunjukkan harapan awal dalam uji keamanan, dan kerja praklinis pada tikus serta anjing mendukung mekanismenya.

>>> Republik Ceko Ditahan Imbang Afrika Selatan di Piala Dunia 2026

Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan meluncurkan uji coba Fase 2/3 GAIN yang melibatkan 643 pasien dengan Alzheimer ringan hingga sedang.

Hasil akhir yang dilaporkan pada akhir 2021 tidak memenuhi harapan.

Atuzaginstat gagal memperlambat penurunan kognisi atau fungsi sehari-hari pada populasi uji coba.

Analisis sekunder menunjukkan kemungkinan manfaat pada subkelompok pasien dengan infeksi P. gingivalis yang terkonfirmasi, tetapi uji coba secara keseluruhan tidak mencapai tujuan utamanya.

Situasi memburuk pada Februari 2022 ketika FDA memberlakukan penghentian klinis penuh pada pengembangan atuzaginstat karena masalah keamanan terkait kelainan hati.

Cortexyme kemudian beralih fokus ke senyawa generasi berikutnya bernama COR588 yang memiliki profil keamanan lebih baik dan data toleransi praklinis yang lebih baik.

COR588 belum memasuki uji coba kemanjuran skala besar.

Apa yang Dijelaskan Hipotesis ke Depan

Kegagalan klinis atuzaginstat tidak sepenuhnya menyangkal hipotesis P. gingivalis.

Uji coba obat dapat gagal karena variabel terpisah seperti dosis, pemilihan pasien, atau waktu pemberian.

Hubungan epidemiologis antara penyakit periodontal dan risiko demensia tetap kuat di berbagai studi independen.

Uji coba GAIN menunjukkan bahwa memblokir gingipain saja, pada dosis tertentu yang diuji, tidak memberikan manfaat klinis yang jelas pada populasi pasien yang luas.