Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan hasil riset Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menunjukkan manfaat positif program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu temuan utama adalah peningkatan asupan nutrisi anak-anak sekolah setelah mereka menjadi penerima MBG.

>>> IKA Untirta Dukung Sinergi P2MI Perkuat Tata Kelola Pekerja Migran

Qodari menyebutkan konsumsi buah-buahan pada anak sekolah meningkat signifikan.

"Dulu hanya 26 persen yang makan buah, sekarang naik 58 persen menjadi 84 persen," katanya di Jakarta, Kamis.

Perbaikan juga terlihat pada konsumsi protein hewani, yang naik dari 65 persen menjadi 90 persen. Qodari menekankan pentingnya protein untuk pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak.

Selain itu, program MBG berhasil mengurangi jumlah siswa yang kelaparan saat belajar. Sebelum MBG, 56 persen siswa merasa lapar di sekolah.

Setelah MBG, angka tersebut turun drastis.

>>> Bank Mandiri Cermati Pasar Usai BI Rate Naik Menjadi 5,75 Persen

Siswa yang kenyang saat belajar meningkat dari 43 persen menjadi 84 persen. "Ini manfaat yang orang belum tahu," ujar Qodari.

MBG juga berdampak positif pada pelaku UMKM. Sebanyak 86 persen pemasok program MBG melaporkan kenaikan omzet.

Mayoritas pemasok adalah UMKM lokal (62 persen), diikuti koperasi (18 persen) dan UMKM tingkat provinsi (14 persen).

Qodari mengajak untuk melihat sisi positif MBG sambil terus melakukan koreksi. "Jangan lihat sisi negatifnya saja.

>>> Pangsa Pasar Smartwatch Samsung Turun, Apple Makin Kokoh di Puncak

Sisi negatifnya kita koreksi, sisi positifnya terus kita tingkatkan," pungkasnya.