Dokumen lontar menggambarkan Pulau Bali saat itu tampak asri layaknya Indra Loka.

Secara etimologi, kata Galungan berasal dari bahasa Jawa yang berarti bertarung, dan sering disebut Dungulan yang berarti menang.

Dalam sistem penanggalan, Wuku Dungulan di Bali setara dengan Wuku Galungan di Jawa, yaitu wuku kesebelas.

Berdasarkan kalender Masehi, Hari Raya Galungan dan Kuningan dirayakan dua kali dalam setahun dengan rentang waktu 10 hari.

Galungan jatuh setiap hari Rabu pada Wuku Dungulan, sedangkan Kuningan diperingati setiap hari Sabtu pada Wuku Kuningan.

Nilai Filosofis bagi Umat

Peringatan Galungan menyimpan nilai filosofis mendalam yang menjadi tuntunan hidup. Perayaan ini mengajarkan umat untuk senantiasa memegang teguh kebenaran dan menegakkan keadilan.

>>> PT Diastika Biotekindo Tbk Siapkan Buyback Saham Maksimal Rp 15 Miliar

Umat juga diingatkan untuk mengendalikan hawa nafsu dan menekan sifat buruk. Esensi Galungan mengajak manusia hidup dalam harmoni, menjaga kedamaian, dan selalu bersyukur atas segala berkah.