Dalam teori tersebut, sebuah planet muda seukuran Mars yang dikenal sebagai Theia menabrak Bumi purba, menghasilkan material yang kemudian membentuk Bulan.

Menariknya, awan debu hasil tabrakan di sekitar Gaia20ehk berada pada jarak sekitar satu satuan astronomi (AU) dari bintangnya, hampir sama dengan jarak rata-rata Bumi ke Matahari.

Dalam jutaan tahun mendatang, material tersebut berpotensi mendingin dan membentuk sistem planet-bulan baru.

Peneliti senior James Davenport mengatakan pengamatan seperti ini sangat berharga untuk memahami bagaimana planet terbentuk dan berevolusi.

"Jika kita dapat mengamati lebih banyak peristiwa seperti ini di galaksi, kita akan belajar banyak tentang bagaimana dunia kita terbentuk," ujarnya.

Para astronom menilai peluang menyaksikan tabrakan planet secara langsung sangat kecil karena membutuhkan posisi yang tepat serta pengamatan jangka panjang.

>>> Waspada Realitas Sintetik, AI Kini Digunakan untuk Penipuan

Karena itu, penemuan Gaia20ehk menjadi salah satu bukti paling langka dan penting mengenai proses pembentukan planet yang pernah diamati secara nyata.