Berendam air dingin setiap hari mungkin tidak hanya menyegarkan tubuh.

Sebuah studi dari University of Ottawa mengungkapkan bahwa paparan air dingin selama sepekan dapat mengubah cara sel melindungi dan memperbaiki diri.

>>> Rempah-rempah Umum yang Diam-diam Mengubah Gula Darah, Usus, dan Sel Anda

Penelitian yang dipimpin Kelli King dan Glen Kenny ini melibatkan sepuluh pria muda sehat.

Mereka diminta duduk di air bersuhu 14°C selama satu jam setiap hari selama tujuh hari berturut-turut.

Sampel darah yang diambil sebelum dan sesudah eksperimen menunjukkan peningkatan autophagy, yaitu proses sel membersihkan bagian yang rusak dan mendaur ulangnya.

Selain itu, penanda kematian sel terprogram (apoptosis) menurun dan toleransi sel terhadap dingin meningkat.

Dari Syok Menuju Adaptasi

Menariknya, respons tubuh tidak langsung mulus. Pada sesi awal, penanda stres dan kerusakan sel justru meningkat.

Namun, menjelang pertengahan pekan, pola bergeser ke arah perbaikan dengan autophagy yang meningkat.

Pada hari terakhir, sel-sel partisipan menunjukkan toleransi yang lebih baik terhadap dingin. Dengan kata lain, tubuh tampaknya belajar beradaptasi.

Autophagy penting karena terkait dengan pemeliharaan sel yang lebih sehat seiring waktu. Hal ini menarik bagi peneliti yang mempelajari penuaan serta kesehatan metabolik dan kardiovaskular.

>>> Zee5 Alokasikan 15% Pendapatan Langganan untuk Pengembangan Sepak Bola Akar Rumput hingga 2034

Meski demikian, studi ini hanya mengukur penanda seluler jangka pendek dalam darah, bukan hasil kesehatan jangka panjang. Hubungan dengan umur panjang masih berupa hipotesis yang perlu dibuktikan.

Aman atau Tidak?

Paparan air dingin memang populer dan penelitian ini memberikan dukungan fisiologis.

Namun, protokol studi ini—satu jam pada suhu 14°C—jauh lebih intens dibandingkan mandi air dingin biasa.