Langkah Mitigasi Perbankan Syariah dan Swasta

Bank Syariah Indonesia (BSI) menerapkan langkah mitigasi ketat. Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menyatakan pihaknya tetap selektif dalam mengeksekusi rencana perluasan pembiayaan.

“Hal ini menjadi penting karena pembiayaan tak bisa sekadar tumbuh, tetapi juga harus sustain dan memiliki kualitas pembiayaan yang sehat,” ujar Wisnu.

Hingga April 2026, BSI telah mengucurkan pembiayaan Rp 332 triliun, tumbuh 15,59% yoy. Pertumbuhan didorong oleh tingginya permintaan di segmen konsumer, ritel, dan sektor produktif termasuk UMKM.

Presiden Direktur KB Bank, Kunardy Darma Lie, membenarkan bahwa perusahaannya lebih selektif dalam menyalurkan kredit akibat fluktuasi ekonomi makro.

Kebijakan ini untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset.

Hingga Mei 2026, KB Bank mencatat total kredit Rp 43,52 triliun, tumbuh 3,83% yoy. Kunardy menegaskan capaian ini sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB).

Manajemen optimis tren positif dapat dipertahankan hingga akhir tahun dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mutu pertumbuhan.

“Fokus bank tidak hanya pada peningkatan volume kredit, namun juga memastikan ekspansi dilakukan secara selektif dengan memperhatikan profil risiko, prospek sektor usaha, serta keberlanjutan kinerja,” tuturnya.

>>> Wamendagri Dorong Sinergi Daerah Hadapi Karhutla dan El Nino

Untuk mengawal target, manajemen mengintensifkan pemantauan kualitas aset, mengoptimalkan early warning system, dan menjalankan strategi penyelesaian kredit bermasalah.