"Fokus investor saat ini bukan semata mengejar kupon tertinggi, tetapi memperoleh kombinasi antara yield yang menarik, kualitas kredit yang kuat, dan likuiditas yang memadai," jelasnya.

Tingginya beban biaya dana diperkirakan bakal menahan laju penerbitan obligasi korporasi baru pada paruh kedua tahun ini.

Sejumlah perusahaan diproyeksikan akan bertindak lebih selektif dalam menghimpun pendanaan dari pasar modal.

Beberapa emiten berpeluang menangguhkan rencana ekspansi bisnis sembari menantikan situasi pasar yang lebih stabil.

Langkah lain yang bisa diambil adalah melakukan refinancing dengan tenor pendek atau mengoptimalkan pinjaman bank.

>>> Real Madrid Resmi Rekrut Ibrahima Konate dengan Status Bebas Transfer

Kendati demikian, penurunan volume penerbitan surat utang diprediksi tidak akan merosot tajam.

Hal ini disebabkan oleh besarnya kebutuhan refinancing, terutama pada sektor keuangan, multifinance, telekomunikasi, serta utilitas.

Pergerakan kupon obligasi ke depan akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Indonesia, yield US Treasury, pergerakan nilai tukar rupiah, harga minyak bumi, kondisi fiskal, serta arus modal asing.

"Jika tekanan global mereda dan rupiah stabil, maka yield dapat mulai menurun.

Sebaliknya, apabila ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi berlanjut, kupon penerbitan baru berpotensi tetap tinggi hingga akhir tahun," katanya.

SBN Menjadi Pilihan Utama

Menyikapi tren suku bunga tinggi, investor disarankan menerapkan strategi yield locking pada instrumen investasi yang aman.

Pendekatan barbell bisa diterapkan dengan memadukan SBN sebagai portofolio utama dan obligasi korporasi berkualitas sebagai pelengkap.

SBN dinilai prospektif karena memiliki risiko gagal bayar yang sangat minim, imbal hasil kompetitif, serta peluang menghasilkan keuntungan modal saat suku bunga mulai dipangkas pada tahun 2027.

Untuk instrumen korporasi, pemodal disarankan memilih perusahaan dengan peringkat minimal AA yang bergerak di sektor defensif, memiliki arus kas yang stabil, serta struktur utang sehat.