Pelemahan rupiah justru menguntungkan emiten kawasan industri yang memiliki penyewa asing berbasis dolar AS.

Kenaikan suku bunga BI lebih menahan laju KPR residensial dalam jangka pendek, namun investasi asing (PMA) di kawasan industri minim dampak karena menggunakan pendanaan global.

Wafi menambahkan, emiten dengan utang tinggi kini memikul beban bunga yang semakin berat. Pemulihan saham membutuhkan pembuktian dari performa marketing sales dan realisasi penyerapan KPR.

Sentimen positif bisa berasal dari insentif PPN DTP dan pipeline proyek di kuartal II. Sementara, sentimen negatif berasal dari rupiah lemah dan foreign outflow yang berlanjut.

Rekomendasi Analis

Wafi menyarankan investor untuk melirik emiten dengan pendapatan berulang (recurring income) kuat dan menghindari model pure-play residential dengan DER di bawah 2x.

David merekomendasikan beli saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

Ester merekomendasikan saham KIJA yang dinilai menarik pada era suku bunga tinggi karena ditopang permintaan sektor industri.

Dari valuasi, saham KIJA tergolong paling menarik di antara emiten kawasan industri dengan PER di bawah 10 kali dan PBV di bawah 1 kali.

>>> MPMRent Tambah 50 Unit Wuling New BinguoEV Lite untuk Armada Korporasi

Ester memproyeksikan saham KIJA berpotensi menguat menuju rentang Rp 220 - Rp 230 per saham, dengan target jangka menengah pada kisaran Rp 250 - Rp 260 per saham.