Malah setelah itu, mereka selalu meminta bantuan kami lagi karena tidak tahu harus bersandar kepada siapa lagi selain petugas," tambah Aziz.

Ujian Fase Armuzna

Tantangan puncak bagi tim Landis terjadi saat fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) melalui program Safari Wukuf Lansia.

Sektor 5 memfasilitasi 38 jemaah lansia dengan kondisi kritis di hotel transit khusus.

Petugas melakukan patroli ketat setiap 15 menit sekali selama rentang waktu 5 hingga 7 hari. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh kondisi jemaah terus terpantau tanpa henti.

Rosi mengungkapkan bahwa selama fase krusial ini, waktu tidur bagi para petugas hanya berkisar antara satu sampai dua jam saja per hari.

Tantangan terberat yang dihadapi adalah saat merawat jemaah dengan gejala demensia aktif.

Di sisi lain, Kepala Sektor 9 Daker Makkah, Arienta Nurcahya, menyatakan bahwa sejak awal seluruh petugas diminta untuk menanggalkan atribut masing-masing.

"Jadi kita dari awal sudah transparan, sudah ngasih motivasi ke teman-teman," katanya.

Arienta mengekspresikan rasa bangganya terhadap performa yang ditunjukkan oleh seluruh fungsi petugas, termasuk tim Landis. "Jadi yang diangkat menjadi koordinator benar-benar menjalankan tugasnya.

Dan ternyata memang baik-baik saja sektor 9 gitu loh. Jadi performa dari keseluruhan luar biasa," katanya.

>>> Menhan AS Dorong NATO Kembali Jadi Aliansi Militer yang Kuat

Ia menambahkan bahwa saat proses pendorongan jemaah menuju Arafah, wilayah Sektor 9 berhasil menjadi yang pertama kosong pada pukul setengah 12 siang dibandingkan sektor lainnya.