Kemenhaj Temukan Praktik Badal Haji Fiktif di Makkah
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menemukan adanya praktik badal haji fiktif dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M di Makkah.
Praktik ini terjadi akibat penyalahgunaan kegiatan ibadah oleh oknum tertentu.
>>> Tugure Edukasi Pelaku Usaha Garap Peluang Asuransi Logistik Nasional
Badal haji adalah ibadah haji yang diniatkan untuk orang yang telah wafat atau sakit menahun. Pelaksana badal haji harus sudah pernah berhaji sendiri.
Dirjen Pengendalian Pelayanan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Harun Al Rasyid, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penawaran badal haji dengan biaya murah.
"Kalau ada penawaran badal haji dengan biaya Rp10 juta, itu seperti akal-akalan. Nilainya tidak rasional," ujarnya.
Pengurusan tasreh resmi haji sebenarnya memerlukan biaya sekitar Rp25 juta lebih. Oleh karena itu, penawaran di bawah angka tersebut patut dicurigai.
Waspada Penawaran Badal Haji Murah
Pemerintah saat ini masih memberikan kebebasan bagi warga yang ingin memesan jasa badal haji untuk kerabatnya yang tidak masuk daftar jemaah tahun berjalan.
>>> DJP Catat 2,7 Juta Wajib Pajak Baru hingga Juni 2026
Namun, masyarakat harus tetap waspada terhadap tarif, rekam jejak penyedia jasa, dan legalitas izin biro travel.
Kemenhaj RI juga sedang mempertimbangkan langkah preventif berupa regulasi baru untuk memperketat pengawasan biro penyedia eksekusi ibadah pengganti.
"Ke depan mekanisme itu sangat mungkin dibuat," imbuh Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Rizka Anungnata.
Wacana regulasi ke depan akan mengikat Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (travel) atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk menyetorkan laporan pertanggungjawaban resmi.
>>> Kebakaran Bukit Sempana Meluas, 116 Hektare Lahan Hangus
Di sisi lain, jemaah haji reguler yang wafat di embarkasi, perjalanan udara, hingga sebelum masa Armuzna di Tanah Suci dipastikan mendapat jaminan badal haji gratis dari pemerintah.
Update Terbaru
PTBA Setujui Dividen Rp 1,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Prabowo Setujui Rencana Energi Bersih Jusuf Kalla Senilai Rp70 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Imigrasi AS Tolak Masuk Wasit Somalia untuk Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
BCA Siapkan Dana Buyback Saham Maksimal Rp 5 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Abdul Halim Sakit Apa? Benarkah Serangan Jantung? Berikut Kronologi Kematian Mantan Kades Sekapuk Gresik
Kamis / 11-06-2026, 17:55 WIB
Bank Sentral Asia Perketat Pengawasan Valas Hadapi Tekanan Global
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
IHSG 9 Juni 2026 Ditutup Melemah ke Level 5.896
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
Pemadaman Listrik Ganggu Produksi Konveksi Kecil di Pulau Jawa
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
Pemerintah Kirim 200 Pemuda Desa ke Jepang untuk Belajar dan Tingkatkan Keterampilan
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
Poco F8 Siap Guncang Pasar Ponsel Gaming Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 17:51 WIB
Kalla Group Siapkan Investasi Rp70 Triliun untuk Energi Nasional
Kamis / 11-06-2026, 17:51 WIB
Jusuf Kalla dan Prabowo Bahas Ketahanan Energi untuk Target Ekonomi 8 Persen
Kamis / 11-06-2026, 17:51 WIB
Trump Bahas Opsi Nuklir untuk Iran, Laporan Hersh
Kamis / 11-06-2026, 17:49 WIB
XLSmart Luncurkan Esta Ecosystem untuk Perkuat Pasar Korporasi
Kamis / 11-06-2026, 17:49 WIB






