Tugure Edukasi Pelaku Usaha Garap Peluang Asuransi Logistik Nasional
PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) menggelar sharing session melalui Tugure Academy di Toba, Sumatera Utara. Acara ini bertujuan mengedukasi pelaku usaha tentang peluang asuransi logistik nasional.
Kegiatan bertajuk "Freight Forwarder Liability Insurance vs Marine Cargo Insurance: Understanding the Difference & Business Opportunity" ini diikuti oleh 26 mitra usaha dari industri asuransi.
>>> DJP Catat 2,7 Juta Wajib Pajak Baru hingga Juni 2026
Selain sesi edukasi, agenda dipadukan dengan rekreasi untuk memperkuat kolaborasi dalam suasana hangat. Tugure juga membagikan perspektif reasuransi mengenai perluasan risiko sektor logistik saat ini.
Risiko tersebut mencakup operasional, pergudangan, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, hingga ketergantungan pihak ketiga.
Pentingnya Memahami Perbedaan Instrumen Perlindungan
Marine and Aviation Group Head Tugure, Jansen Kamedansen Siregar, memaparkan bahwa pelaku usaha harus memahami perbedaan fungsi instrumen perlindungan.
Hal ini agar solusi yang diberikan sesuai dengan karakteristik risiko bisnis.
"Perlindungan terhadap barang dan perlindungan terhadap tanggung jawab hukum memiliki fungsi yang berbeda.
Pemahaman ini penting agar solusi yang diberikan lebih tepat sasaran sesuai eksposur risiko masing-masing bisnis," ujar Jansen.
Sektor marine cargo saat ini menghadapi tantangan kompetisi tarif yang ketat di industri reasuransi.
>>> Kebakaran Bukit Sempana Meluas, 116 Hektare Lahan Hangus
Namun, Tugure melihat potensi pengembangan bisnis baru di ekosistem logistik melalui Freight Forwarder Liability Insurance.
Marine Underwriter Tugure, Riski Vanra Risni Tarigan, menjelaskan bahwa produk tersebut memiliki potensi pasar yang besar.
"Produk Freight Forwarder Liability memiliki potensi market yang cukup besar seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan terhadap aktivitas logistik dan rantai pasok yang semakin kompleks," ujar Riski.
Dampak Transaksi Digital terhadap Risiko Pengiriman
Pertumbuhan transaksi digital dan belanja online turut memicu kenaikan kompleksitas dalam aktivitas logistik.
Marine Division Manager PT Axis International Adjuster, Muhammad Berly Sofianto, menambahkan bahwa freight forwarder kini dihadapkan pada beragam risiko operasional.
Risiko tersebut meliputi kehilangan atau kerusakan barang, kesalahan dokumentasi, keterlambatan pengiriman, hingga potensi tuntutan hukum dari pemilik kargo.
>>> Pemerintah Tata Ulang Program Makan Bergizi Gratis dalam Sebulan
Melalui forum ini, Tugure menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dan mendukung peningkatan pemahaman industri dalam mengelola risiko logistik yang dinamis.
Update Terbaru
KonoSuba Season 4 Rilis Visual Baru, Ganti Studio, Tayang 2027
Senin / 27-07-2026, 01:07 WIB
Wanita 73 Tahun Gugat Startup Robot Pengantar Setelah Ditabrak dan Dilindas
Senin / 27-07-2026, 01:01 WIB
Cavaliers dan Warriors Incar Mario Hezonja Usai Gagal Dapatkan LeBron James
Senin / 27-07-2026, 01:00 WIB
Julia Roberts Hadiri Pernikahan Emma Roberts di Idaho dengan Gaun Polka Dot
Senin / 27-07-2026, 01:00 WIB
Josh Allen Siap Hadapi Musim NFL 2026 Usai Capai Pencapaian Gemilang
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Tigers Hadapi Royals di Final Seri Comerica Park, Valdez Jadi Andalan
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Andruw Jones Resmi Masuk Baseball Hall of Fame di Tahun Kesembilan
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Mantan Linebacker Colts Daniel Adongo Dideportasi ICE
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Debut Pahit Shin Tae-yong di Persija, Gol Bunuh Diri Radovan Pankov Bawa Persebaya Menang
Senin / 27-07-2026, 00:49 WIB
Vegetarian Lebih Sulit Capai Usia 100 Tahun? Ini Faktanya
Senin / 27-07-2026, 00:49 WIB
Trik Sederhana untuk Berkomunikasi dengan Kucing Anda
Senin / 27-07-2026, 00:49 WIB
Hak Eminen Bisa Digunakan untuk Merampas Lahan Demi Pusat Data AI
Senin / 27-07-2026, 00:43 WIB
Buronan Kasus Pemerkosaan Bersembunyi sebagai Eksekutif Farmasi Selama 20 Tahun
Senin / 27-07-2026, 00:42 WIB
Meta Larang Pengguna yang Melecehkan dengan Kacamata AI
Senin / 27-07-2026, 00:35 WIB







