PBB: Kelompok Bersenjata Hambat Penanganan Ebola di RD Kongo
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan kelompok bersenjata mengganggu penanganan Ebola di Republik Demokratik Kongo bagian timur.
Beberapa kelompok bahkan sempat menahan petugas bantuan kemanusiaan.
>>> Mentan Surati Kapolri untuk Tindak Pabrik Sawit yang Turunkan Harga TBS
Lima petugas tanggap darurat ditahan sebentar pada Selasa (16/6) oleh kelompok bersenjata di Provinsi Ituri.
Provinsi Ituri kini menjadi episentrum wabah Ebola, menyumbang lebih dari 90 persen kasus terkonfirmasi.
OCHA menambahkan, akses bantuan di Provinsi Kivu Selatan masih sangat terbatas akibat pertempuran yang memaksa warga sipil mengungsi.
Hampir 20.000 orang meninggalkan rumah mereka pada Senin (15/6) menyusul bentrokan di Mwenga dan Shabunda.
>>> APBI Khawatirkan Kesiapan Sistem Ekspor Batu Bara PT DSI
Keluarga yang mengungsi membutuhkan makanan, tempat tinggal, perawatan kesehatan, air minum, dan perlindungan.
Di wilayah Fizi, akses kemanusiaan juga tertekan karena gangguan kelompok bersenjata berulang kali terjadi.
Di Kivu Selatan, antara Januari hingga Mei, tercatat 57 insiden yang memengaruhi pekerja kemanusiaan, termasuk ancaman dan pembatasan pergerakan.
OCHA menegaskan, PBB dan mitra kemanusiaan terus mendukung otoritas nasional membendung wabah, namun personel tidak bisa beroperasi aman tanpa jaminan keamanan.
>>> Menteri ESDM Buka Peluang Penyesuaian Harga Batu Bara DPO untuk PLN
PBB kembali menyerukan semua pihak melindungi warga sipil dan memastikan akses bantuan yang aman dan cepat.
Update Terbaru
Lirik Wonderwall Oasis Kembali Ramai Usai Diputar saat Timnas Inggris Berhasil Kalahkan Kroasia di Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 18:37 WIB
Rekor Baru, 3.623 Orang Terjebak di Pegunungan Jepang pada 2025
Kamis / 18-06-2026, 18:36 WIB
Mentan: Infrastruktur Diperkuat untuk Mitigasi El Nino Godzilla
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Masyarakat Makin Peduli Kualitas Air Minum untuk Kesehatan
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Enesis Group Raih Lima Penghargaan HR Asia Awards 2026
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
OpenAI Luncurkan Pusat Informasi Sepak Bola Terpadu Lewat ChatGPT
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Chery Resmikan Nama Stockman untuk Pikap PHEV Terbaru
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
NO SENSOR! Video Viral Mahasiswa Unair di Ruang Kelas 2 Menit 31 Detik, Kampus Masih Lakukan Pemeriksaan
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Richard Lee Tegaskan Status Mualaf di Sidang PN Tangerang
Kamis / 18-06-2026, 18:35 WIB
Pacific Universal Mulai Tender Offer Saham MAPI Rp12,6 Triliun
Kamis / 18-06-2026, 18:33 WIB
IHSG Anjlok ke Level 6.172 Jelang Tinjauan MSCI
Kamis / 18-06-2026, 18:33 WIB
TikTok Jadi Aplikasi Media Sosial Paling Banyak Diakses di Indonesia
Kamis / 18-06-2026, 18:32 WIB
Kemenhut Revisi P8 2021, Tekankan Kemitraan Inklusif dan Hak Ulayat
Kamis / 18-06-2026, 18:32 WIB






