Hal ini disebabkan oleh pelepasan dopamin di otak, yaitu zat kimia yang memicu rasa senang dan haru.

Ketika seseorang masuk ke tempat asing dan merinding, hal itu menandakan kepekaan otak dalam memproses informasi lingkungan dengan cepat.

Otak memindai berbagai elemen mulai dari suhu ruangan, suara, cahaya, hingga memori masa lalu dengan kecepatan tinggi.

"Ini bukan berarti seseorang sedang menerima sinyal gaib. Otak memang terus memindai lingkungan dan sering kali bekerja lebih cepat daripada kesadaran kita," terangnya.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada apabila sensasi merinding muncul berulang kali tanpa adanya pemicu yang jelas.

Pemeriksaan medis diperlukan jika merinding dibarengi gejala pusing, jantung berdebar kencang, keringat berlebih, atau nyeri kepala mendadak.

>>> Ducati Indonesia Resmi Luncurkan DesertX V2, Motor Adventure dengan Mesin Baru

"Merinding bukan tanda otak mendeteksi sesuatu yang tak terlihat. Justru fenomena ini menunjukkan betapa canggihnya sistem saraf manusia dalam merespons emosi dan lingkungan sekitar," pungkasnya.