"Lonjakan DPK berhasil mengoptimalkan biaya dana kami.

Ke depan, fokus kami adalah menjaga pertumbuhan laba yang sehat dan konsisten untuk mendukung pembagian dividen yang berkelanjutan," kata David Wirawan.

Hingga kuartal I-2026, platform Tunaiku milik perseroan telah menyalurkan pembiayaan kumulatif lebih dari Rp 19 triliun sejak 2014.

Perusahaan juga terus memperluas layanan embedded banking melalui kemitraan dengan pihak ketiga seperti aplikasi MyMRTJ.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank Kevin Kane menyebutkan bahwa kolaborasi taktis ini menjadi ujung tombak pertumbuhan pengguna baru.

"Solusi embedded banking telah mendatangkan hingga 10.000 nasabah baru dengan tingkat pengguna aktif mencapai 41,09%," ujar Kevin Kane.

Pada penutupan perdagangan Kamis (18/6/2026), harga saham AMAR melemah 1,52 persen ke posisi Rp 195 per saham, sehingga indikasi yield dividen tercatat sebesar 3,13 persen.

>>> Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp71,12 Miliar pada Kuartal I-2026

Ke depan, perusahaan berencana memperluas penetrasi ke sektor potensial termasuk industri kreatif.