PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 100 poin (1,59%) ke Rp6.175 dengan transaksi Rp650 miliar.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyatakan perhatian utama investor global tertuju pada hasil pertemuan FOMC terkait Fed Rate dan Proyeksi Ekonomi.

Median proyeksi Fed Funds Rate per Juni 2026 naik menjadi 3,8% dari sebelumnya 3,4% pada Maret 2026.

Kenaikan tersebut mengindikasikan peluang kenaikan Fed Rate sebesar 25 bps pada Desember 2026 mendatang.

"Arah kebijakan The Fed ini masih dipandang hawkish oleh kalangan pelaku pasar," papar Mirae Asset dalam catatan hariannya.

Di dalam negeri, pasar mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas mata uang.

Konsensus memproyeksikan BI Rate akan dinaikkan sebesar 25 bps menuju level 5,75%.

Mirae Asset menyarankan investor untuk melakukan akumulasi pada saham pilihan dengan fundamental kuat.

"Fokus pada saham bervaluasi murah; fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen risiko dengan disiplin," tulisnya.

Tekanan terhadap pasar modal semakin berat seiring pelemahan nilai tukar rupiah di pasar spot.

>>> Prodia Diagnostic Line Alokasikan Dana IPO untuk Pelunasan Utang

Mata uang Garuda terkoreksi 0,33% ke posisi Rp17.796 per dolar AS berdasarkan data siang hari ini.