Kombinasi sistem tersebut menghasilkan tenaga gabungan sekitar 680 kW dan torsi 1.035 Nm.

Dengan spesifikasi itu, N9 diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 3,7 detik.

Catatan tersebut bahkan lebih cepat dibanding varian performa tinggi Mercedes-AMG GLS yang mencatat waktu 4,2 detik.

Sebagai kendaraan plug-in hybrid (PHEV), Denza N9 dibekali baterai berkapasitas lebih besar dibanding banyak mobil listrik murni yang beredar saat ini.

Kapasitas baterainya bahkan melampaui varian penggerak roda belakang Tesla Model Y yang menggunakan baterai 62,5 kWh.

Berdasarkan pengujian standar CLTC di China, Denza N9 mampu menempuh jarak hingga 420 kilometer hanya dengan tenaga listrik.

Jika dikonversi ke standar WLTP yang lebih ketat, jarak tempuh listriknya diperkirakan masih berada di kisaran 300 kilometer.

Angka tersebut tetap akan menjadi yang terpanjang untuk kendaraan plug-in hybrid yang dipasarkan di Australia.

Dalam mode hybrid, Denza mengklaim N9 memiliki jarak tempuh gabungan hingga 1.520 kilometer berdasarkan standar CLTC.

>>> Elon Musk Kembangkan Chip AI Lebih Murah dan Kencang, Tantang Nvidia

Konsumsi bahan bakar saat baterai habis disebut berada pada angka 5,9 liter per 100 kilometer.