Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengalami penurunan tajam pada awal sesi I perdagangan.

Nilai saham emiten telekomunikasi ini terkoreksi sebesar 7,43 persen ke level Rp 2.740 per lembar.

>>> BPJPH Dorong Perluasan Sertifikasi Halal UMK Daerah

Aktivitas perdagangan mencatat sebanyak 46,53 juta saham TLKM telah ditransaksikan. Frekuensi perdagangan mencapai 6.200 kali dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp 128,73 miliar.

Koreksi ini membalikkan arah pergerakan saham yang sempat menguat selama dua hari bursa berturut-turut.

Pelemahan terjadi tepat saat momentum ex date dividen perseroan di pasar reguler dan pasar negosiasi.

Ex Date Dividen Picu Tekanan Jual

Fase ex date merupakan batas tanggal saat pemodal yang membeli saham baru tidak lagi mendapatkan hak atas dividen.

Kondisi tersebut umumnya memicu peningkatan tekanan jual di pasar modal.

Sebelumnya, fase cum date dividen TLKM jatuh pada perdagangan hari Rabu.

Pada penutupan hari tersebut, saham emiten BUMN ini sempat menguat 1,02 persen dan bertengger di posisi Rp 2.960.

Telkom Indonesia menyepakati pembagian dividen tahun buku 2025 dengan nilai total mencapai Rp 21,99 triliun.

>>> Inggris Tekuk Kroasia 4-2 dan Pimpin Klasemen Grup L Piala Dunia 2026

Jumlah ini setara dengan Rp 221 per saham, sehingga menghasilkan yield dividen sebesar 7,4 persen.

Kebijakan alokasi keuntungan tersebut disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Sumber dana dividen berasal dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 17,8 triliun dan laba ditahan senilai Rp 4,2 triliun.

Investor yang berhak menerima pembayaran ini harus terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per tanggal 19 Juni 2026.