Aksi Korporasi: MTO INET, Buyback MBMA, Dividen TINS

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) bersiap menggelar penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO) terhadap saham PT Personel Alih Daya Tbk (PADA).

Aksi korporasi ini mencakup maksimal 900 juta lembar saham atau setara dengan 28,57 persen dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Harga pelaksanaan MTO ditetapkan senilai Rp63 per saham, yang setara dengan nominal saat proses pengambilalihan sebelumnya dilaksanakan.

Melalui skema ini, total nilai transaksi berpotensi menyentuh Rp56,7 miliar apabila seluruh saham publik yang memenuhi syarat terserap sepenuhnya.

Masa penawaran wajib ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, dimulai pada 18 Juni hingga berakhir pada 17 Juli 2026.

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengalokasikan dana internal mencapai Rp1,46 triliun demi membiayai program pembelian kembali saham perseroan.

>>> Muhammadiyah Dorong Pemerintah Benahi Sistem Pengelolaan Makan Bergizi Gratis

Kas internal perseroan pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar US$192,64 juta, mengalami penurunan dari posisi tahun sebelumnya yang berada di angka US$244,03 juta.

Jika program buyback ini terealisasi utuh, total aset perusahaan diperkirakan menyesuaikan menjadi US$3,65 miliar dari posisi awal US$3,74 miliar.

Pada saat yang sama, proyeksi total ekuitas MBMA bergerak menjadi US$2,27 miliar dari angka sebelumnya yang tercatat sebesar US$2,35 miliar.

Di sisi kinerja operasional, MBMA membukukan total pendapatan US$1,43 miliar pada tahun 2025, menyusut 22,18 persen dibandingkan capaian periode sebelumnya senilai US$1,84 miliar.

Kendati demikian, laba per saham atau earnings per share (EPS) naik 28,57 persen ke posisi US$0,00027, dan diperkirakan merangkak ke US$0,00028 pasca-buyback.