KPAI mengingatkan agar ruang digital tidak dijadikan arena perdebatan yang mengorbankan hak tumbuh kembang anak.

"Kami tentu menghimbau agar kedua orang tua ini menyelesaikan secara baik dan mengakhiri perdebatan publik terkait pemenuhan hak-hak anak," ujar Jasra Putra.

>>> Sistem Keselamatan Berlapis pada Mobil Listrik: Limp Mode hingga Proteksi Baterai

Sementara itu, ayah angkat Betrand Peto, Ruben Onsu, memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak ingin terburu-buru memberikan penilaian sebelum berbicara secara langsung dengan putranya di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (13/6/2026).

"Kalau ditanya, saya belum ketemu, (belum) ngobrol berdua sama Onyo gitu. Jadi saya harus ngobrol berdua dulu, saya takut beda pengartiannya gitu ya," ujar Ruben Onsu.

Ruben menegaskan langkah ini diambil untuk menghindari kesalahpahaman serta mencegah munculnya spekulasi liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di tengah masyarakat.

"Pokoknya kalau saya ngobrol yang belum saya tahu, ya nanti-nanti malah jadinya fitnah ya," tuturnya.

Sebelumnya, Betrand Peto sempat mengunggah pesan panjang di media sosial yang meminta tantenya berhenti memicu kebencian terhadap Ruben Onsu serta menyinggung perlakuan fisik yang ia terima selama ini.

"Tante stop dendam dengan ayah. Stop ajak-ajakin orang untuk benci ayah.

Stop sok jagoan seolah-olah punya rahasia dan tante gunakan tangan orang untuk bekerja dan lupa banyak juga yang aku tahan-tahan untuk tidak aku ceritakan karena ayah melarang saya untuk membuka itu," tulis Betrand Peto.

Betrand juga membela ayahnya dari tuduhan miring dan menyatakan bahwa Ruben Onsu tidak pernah bermain fisik kepadanya, berbeda dengan perlakuan yang ia terima dari sang tante.

"Kalian selalu mengerahkan pendukung kalian untuk membenci ayah, katain ayah.

Tante itu ayah kami, dia tidak membalas kalian saat itu ketika hampir 2 tahun kalian selalu atur untuk mematikan rezeki ayah dan ayah hanya diam," bunyi lanjutan unggahan Betrand Peto.

Unggahan tersebut diakhiri dengan pertanyaan retoris yang mengarah pada dugaan penamparan oleh pihak keluarga Sarwendah.

"Tante inget ya selama saya sama ayah dari dulu. Ayah tidak pernah tampar saya atau pukul saya, tapi kalau tante?

," demikian unggahan Betrand Peto.

>>> Artotel Group dan Perisai Psikologi Indonesia Luncurkan Program Wisata Psikologi Mindhavana

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang diajukan ke pihak kepolisian terkait dugaan kekerasan fisik tersebut.