>>> Artotel Group dan Perisai Psikologi Indonesia Luncurkan Program Wisata Psikologi Mindhavana

"Skenario terburuknya adalah jika Indonesia turun kelas ke frontier market yang otomatis memicu outflow masif. Namun, pandangan kami, Indonesia tidak akan turun ke frontier market.

Jika sampai ada tekanan teknis, sektor yang paling sensitif terdampak adalah perbankan," papar Azharys.

Dampak hasil review MSCI tidak dapat digeneralisasi secara merata kepada seluruh saham big caps.

Pengaruhnya akan sangat bervariasi tergantung pada bobot masing-masing saham di dalam indeks serta keputusan spesifik terhadap emiten terkait.

Azharys menambahkan, "Dampak negatif tidak bisa kita generalisir ke semua saham big caps. Efeknya akan sangat bervariasi karena kasus dan bobot masing-masing saham berbeda.

Kita harus melihat hasil detailnya per emiten besok."

Investor disarankan mencermati rincian hasil peninjauan untuk mengetahui dampak langsung per emiten.

Saham yang sudah dikeluarkan dari indeks MSCI pada Mei 2026 diperkirakan tidak akan mengalami dampak rebalancing signifikan karena posisi mereka sudah di luar indeks.

>>> Sistem Keselamatan Berlapis Bikin Mobil Listrik Aman di Jalan

Pasar modal Indonesia saat ini menghadapi tiga agenda penting berdekatan: MSCI Market Accessibility Review pada 18 Juni 2026, FTSE Rebalancing pada 19 Juni 2026, serta MSCI Market Classification Review pada 23 Juni 2026.