>>> Federal Reserve Pertahankan Suku Bunga Acuan di Kisaran 3,5 Persen

He's at the forefront of that and is someone I've always wanted to play with from a very young age, and that's not changed now," kata Morgan Rogers.

Meskipun namanya tengah melambung tinggi di panggung sepak bola Eropa, Rogers tetap waspada terhadap dinamika karier yang dinilainya bisa berputar dengan sangat cepat.

"It's amazing to see how far you can go in such a short space of time," kata Rogers.

Kesadaran akan realitas industri sepak bola yang kejam membuat Rogers memilih untuk tetap membumi dan terus menjaga konsistensi penampilannya di lapangan.

"But you're naive in football if you don't realise things can change so quickly.

It can be a good or a bad thing, whichever way you look at it.

One minute you can be something, and the next you can be gone and forgotten. That's the harsh reality of football," ujar Morgan Rogers.

Sementara Arsenal terus maju memburu Rogers, situasi berbeda terjadi di kubu Chelsea yang juga sedang dievaluasi oleh mantan manajer mereka, Roberto Di Matteo, terkait ketertarikan terhadap Sandro Tonali dari Newcastle.

"If Sandro Tonali is to leave Newcastle this summer… he's someone I like a lot," ujar Roberto Di Matteo.

Di Matteo memuji kualitas yang dimiliki oleh gelandang asal Italia tersebut, namun ia mempertanyakan urgensi Chelsea dalam mendatangkan pemain tengah baru.

"I think he's a class player," kata Roberto Di Matteo.

Penumpukan komposisi pemain di sektor gelandang menjadi alasan utama mengapa transfer tersebut dianggap kurang efisien oleh Di Matteo jika tidak ada pemain lama yang hengkang.