Pelatih timnas Thomas Tuchel secara konsisten menempatkannya sebagai gelandang serang utama di skuad, sebuah pencapaian yang membuat sang pemain semakin disorot menjelang turnamen Piala Dunia 2026 di Florida.

Rogers mengungkapkan bahwa ketahanan mentalnya kini telah berkembang pesat seiring dengan bertambahnya jam terbang di dunia sepak bola profesional.

"Rasanya pertama kali itu terjadi memang mengganggu konsentrasi saya.

Anda berada di posisi tak nyaman karena tak menyadari bahwa orang-orang sangat tertarik dengan Anda dan Anda tak terlalu sadar," ujarnya dikutip Sky Sports.

"Tapi seiring menuanya Anda dan pengalaman bertambah, you know it's part of the game and 95 per cent of it is just noise.

You hear it, of course. You can't escape it.

You know it's there, but you've just got to use it as a positive. You just try and focus on your football and stay concentrated," ujar Morgan Rogers.

Pemain yang juga diperebutkan oleh Paris Saint-Germain dan Manchester United ini menegaskan komitmennya untuk mengabaikan kebisingan di luar lapangan dan memanfaatkan ketertarikan klub-klub elit sebagai motivasi tambahan.

"Anda tahu ketertarikan itu ada tapi ya harus menggunakannya dengan positif. Anda cuma bisa mencoba terus bermain dan fokus," ujar Morgan Rogers.

Selain membahas mengenai rumor transfer, Rogers menyatakan ambisi besarnya untuk berkolaborasi dengan gelandang bintang Real Madrid, Jude Bellingham, di bawah asuhan Thomas Tuchel.

"I think we can definitely play together," tegas Rogers.

Rogers merasa optimistis bahwa kombinasi kemampuannya dengan para pemain terbaik Inggris akan memberikan dampak positif bagi prestasi tim nasional.

"I'd love to. I want to play with the best players England have got.