Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pelestarian eks-situ lintas negara ini.

Mengingat luasnya wilayah perairan Indonesia, sinergi dengan sektor swasta dinilai sangat krusial.

"Kerja sama ini adalah momentum emas untuk transfer ilmu pengetahuan, teknologi, serta penerapan standar internasional dalam pemeliharaan satwa," ungkap Sarmintohadi, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dukungan ilmiah juga datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional yang memandang kolaborasi ini sebagai awal dari riset yang lebih luas.

Fungsi konservasi dinilai harus memberikan ruang bagi pendidikan lingkungan dan penelitian yang terukur.

"Peluncuran eksibisi satwa impor ini ibarat puncak gunung es (tip of the iceberg) dari rencana kolaborasi riset yang jauh lebih besar.

Ingat, fungsi dari konservasi tidak sekadar berpusat pada upaya menyelamatkan satwa, tetapi juga memberi ruang untuk meneliti serta memberdayakannya secara terukur demi kepentingan pendidikan lingkungan," tegas Decky Indrawan Junaedi, Kepala Pusat Riset Sistem Biota BRIN.

Lembaga riset negara tersebut menyatakan kesiapannya untuk mendampingi seluruh proses proyek konservasi ini.

Pendampingan dilakukan agar setiap inovasi yang dijalankan tetap memiliki landasan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

>>> Pertamina Hulu Kalimantan Timur Tambah Produksi Minyak 1.900 BOPD

"BRIN siap mendampingi BXSea sebagai fasilitator riset pendukung, sehingga setiap inovasi yang dihadirkan tetap memiliki landasan saintifik yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Decky Indrawan Junaedi.