Kredit bakal cenderung lebih landai.

Efdinal menjelaskan hal itu sesuai dengan dinamika suku bunga, kondisi likuiditas, dan perkembangan ekonomi global maupun domestik.

"Bank terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan strategi yang dijalankan tetap relevan," katanya.

>>> BCA Digital dan Prodia Integrasikan Fitur Keuangan di Aplikasi Kesehatan

Berbeda dengan itu, EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengaku pihaknya masih optimistis kinerja sesuai target RBB awal tahun.

Kredit dibidik tumbuh di kisaran 8%–10%.

Hingga April 2026, kredit BCA tumbuh 4,85% secara tahunan menjadi Rp 969,09 triliun.

"Kami optimistis secara umum dapat mencapai target sesuai RBB yang telah disusun hingga akhir 2026," tutur Hera.

Ia memastikan pihaknya akan senantiasa melakukan review dan memperhatikan setiap katalis yang ada. Ke depan, BCA akan terus mendorong penyaluran kredit berkualitas dengan manajemen risiko yang disiplin.

Jelang batas penyerahan revisi RBB pada akhir Juni, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan potensi revisi RBB masih terbuka.

Hasil akhir baru akan terlihat pada Juli mendatang setelah prudential meeting.

Secara umum, menurut Dian revisi RBB pasti terjadi, tetapi belum bisa disimpulkan apakah bank akan memangkas target atau justru menaikkannya.

"Tentu tergantung perspektif bank, kami harapkan sih akan ada peningkatan," ujarnya.

Saat ini ada berbagai katalis positif yang berpotensi mendorong pertumbuhan kinerja perbankan.

Di antaranya nilai tukar rupiah yang mulai stabil, perbaikan pasar saham, hingga sinyal meredanya ketegangan geopolitik AS–Iran yang menekan harga minyak.

Efek kenaikan suku bunga acuan yang berpotensi mendorong biaya dana bank dan menahan minat penarikan kredit, menurut Dian belum akan tercermin dalam waktu dekat.

Regulator juga tengah mendorong penguatan UMKM yang diharapkan turut mendorong kinerja kredit.

>>> Empat Emiten BEI Siapkan Aksi Private Placement, PANI Paling Kredibel

"Jadi kalau dibandingkan suasana dua bulan terakhir mudah-mudahan bisa bounce back seperti ke awal-awal tahun ini," tutur Dian.