Kinerja ANTM Kuartal III-2026 Diproyeksi Solid, Emas dan Nikel Jadi Pendorong
Kendati demikian, kontribusi dari segmen feronikel ini relatif kecil terhadap total pendapatan perseroan.
Potensi revisi RKAB pada pertengahan tahun juga diingatkan dapat memicu volatilitas harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) bijih nikel dalam jangka pendek.
Pergerakan harga emas global tetap menjadi faktor penentu dari sisi sentimen pasar.
>>> Kebakaran Hanguskan Tujuh Kios di Pasar Tulikup Gianyar
Harga emas yang bertahan pada level tinggi dinilai mampu menjadi penyangga utama bagi laba ANTM.
Di sisi lain, kuota produksi nikel yang lebih besar memberikan kepastian terkait volume penjualan perseroan hingga akhir tahun.
Beberapa risiko eksternal juga perlu diwaspadai oleh para investor.
Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan biaya energi impor, sedangkan ketidakpastian permintaan nikel dari China dapat memengaruhi harga jual bijih nikel.
Risiko kebijakan dari pemerintah turut menjadi perhatian utama dalam operasional perseroan.
Kenaikan tarif royalti dinilai sebagai skenario yang paling berisiko karena berdampak langsung terhadap seluruh lini bisnis bijih nikel yang menjadi kontributor terbesar pendapatan ANTM.
"Royalti menjadi risiko terbesar karena berdampak langsung terhadap profitabilitas bisnis nikel ore.
Sementara windfall tax masih sulit diestimasi, namun dampaknya dapat signifikan apabila harga emas tetap tinggi," kata Abida.
Penurunan ASP bijih nikel sebesar 10% diperkirakan berpotensi memangkas laba bersih sekitar Rp 1,3 triliun.
Hal tersebut juga dapat menurunkan valuasi wajar saham ANTM menjadi sekitar Rp 4.200 per saham.
Meski begitu, ANTM dinilai masih menjadi pilihan utama di sektor logam.
Saham ANTM saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata historis lima tahunnya yang berada di level 12,9 kali, dengan proyeksi price to earnings ratio (PER) 2026 sebesar 10,1 kali.
"Kombinasi pertumbuhan laba yang solid, eksposur terhadap harga emas dan nikel, serta risiko regulasi yang relatif lebih terkelola dibandingkan emiten sejenis menjadi daya tarik utama ANTM," ujar Abida.
>>> Kementan Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam Tiga Tahun
Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, rekomendasi untuk saham ANTM dipertahankan beli (buy). Target harga yang ditetapkan untuk saham emiten pertambangan ini berada di level Rp 4.800 per saham.
Update Terbaru
Prodia Digital Indonesia Luncurkan Fitur Pembayaran U-aang Powered by blu
Rabu / 17-06-2026, 22:04 WIB
OJK: Porsi Pembiayaan Fintech Produktif Turun Jadi Rp34,80 Triliun per April 2026
Rabu / 17-06-2026, 22:04 WIB
Medan Magnet Purba Ungkap Alasan Jupiter Miliki Empat Bulan Raksasa
Rabu / 17-06-2026, 22:00 WIB
Cara Terbaru Cek Bansos PKH 2026 dengan NIK KTP
Rabu / 17-06-2026, 22:00 WIB
Spanyol Gagal Taklukkan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:52 WIB
Mugendai MewType Rilis Video Musik "Journey to Exoplanet X"
Rabu / 17-06-2026, 21:49 WIB
SJK Jamu VPS Vaasa di Derbi Pohjanmaa Pekan Kesebelas Veikkausliiga
Rabu / 17-06-2026, 21:48 WIB
Alliance Laundry Systems Resmikan Pabrik dan Pusat Inovasi di Thailand
Rabu / 17-06-2026, 21:44 WIB
Bansos BPNT Tahap Dua Cair Rp600 Ribu di Berbagai Daerah
Rabu / 17-06-2026, 21:44 WIB
Kroasia Siap Agresif Hadapi Inggris di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:40 WIB
Kemensos Salurkan BPNT Juni 2026 Rp600 Ribu via Bank Himbara dan Kantor Pos
Rabu / 17-06-2026, 21:40 WIB
PT Jasa Berdikari Logistics Tbk Bahas Izin Agunan Aset dan Bagi Dividen
Rabu / 17-06-2026, 21:40 WIB
Yayan Ruhian Gunakan Busur Panah Jarak Dekat di Film The Furious
Rabu / 17-06-2026, 21:36 WIB
Prabowo Panggil Mendiktisaintek ke Hambalang Bahas Mineral Kritis
Rabu / 17-06-2026, 21:35 WIB






