Peningkatan tersebut turut ditopang oleh investor non-residen. Kepemilikan asing pada SRBI tercatat Rp216,48 triliun pada Mei 2026, meningkat sekitar 43,6 persen dari Rp150,79 triliun pada Februari. Dengan demikian, dalam dua bulan terakhir investor asing menambah kepemilikan sekitar Rp65,69 triliun.

Buyback Saham Himbara Menambah Kepercayaan Pasar

Faktor lain yang ikut menopang sentimen berasal dari aksi pembelian kembali saham perbankan Himbara. Program ini digerakkan oleh Danantara bersama sejumlah investor domestik dan pengelola dana publik, termasuk BPJS Ketenagakerjaan.

Pelaksanaan buyback mendapat dukungan regulator melalui pemberian ruang yang lebih fleksibel bagi emiten untuk membeli kembali saham tanpa harus memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham ketika pasar mengalami gejolak.

Sinyal Penyesuaian Anggaran

Dari sisi fiskal, perhatian pelaku pasar tertuju pada rencana pemerintah melakukan penyesuaian anggaran sejumlah program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Berdasarkan penjelasan pemerintah, tata kelola program MBG tengah dievaluasi, termasuk proses penghitungan ulang jumlah penerima manfaat. Kajian tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan.

Rencana penyesuaian anggaran itu mulai dipandang sebagai sinyal bahwa pemerintah tetap mempertimbangkan disiplin fiskal di tengah ketidakpastian global. Bagi pasar keuangan, kredibilitas pengelolaan anggaran menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi kepercayaan terhadap rupiah.