Keempat, suara gemerincing lonceng. Penyampaian ini berbentuk suara yang menyerupai gemerincing lonceng.

>>> Asrama Haji Surabaya Gunakan Sistem Biometrik untuk Percepat Debarkasi Jemaah

Para ulama menilai bentuk ini merupakan proses yang paling berat diterima oleh Nabi Muhammad SAW karena beliau harus menanggung beban spiritual yang sangat besar.

Saat menerima wahyu ini, Rasulullah SAW tidak melihat malaikat tetapi tubuh beliau sering berkeringat meski cuaca sedang dingin.

Jika sedang menunggang hewan, hewan tersebut akan menderum ke tanah.

Peristiwa berat ini juga pernah dirasakan oleh Zaid bin Tsabit ketika paha Rasulullah SAW berada di atas pahanya.

Kelima, malaikat menampakkan wujud aslinya. Malaikat pembawa wahyu pernah menampakkan diri dalam rupa aslinya sebanyak dua kali kepada Nabi Muhammad SAW.

Kejadian ini diabadikan dalam Al-Quran Surah An-Najm ayat 13-18 yang menggambarkan pertemuan di Sidratil Muntaha.

Keenam, disampaikan langsung saat Isra Mi'raj.

Wahyu juga diturunkan ketika Allah SWT menyampaikan perintah secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW di lapisan langit pada malam Isra Mi'raj.

Salah satu ketetapan paling penting yang diterima dalam peristiwa tersebut adalah kewajiban shalat lima waktu.

Ketujuh, firman langsung tanpa perantara. Cara terakhir adalah Allah SWT berfirman langsung kepada nabi-Nya tanpa perantara malaikat.

Bentuk komunikasi ini dialami oleh Nabi Musa AS sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nisa ayat 164.

>>> Acerpure India Beri Diskon 5% untuk Peralatan Rumah Pintar di E-Store Resmi

Bagi Nabi Muhammad SAW, komunikasi langsung tanpa perantara juga berlangsung dalam riwayat yang berkaitan dengan Isra Mi'raj.