Kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 kini menggunakan sistem pemeriksaan biometrik terbaru dalam proses debarkasi.

Teknologi bernama Immigration Seamless Process Corridor Gate pertama kali diterapkan di Asrama Haji Surabaya, Jawa Timur.

>>> Acerpure India Beri Diskon 5% untuk Peralatan Rumah Pintar di E-Store Resmi

Sistem ini menggantikan pemeriksaan keimigrasian konvensional yang biasanya menyebabkan antrean panjang dan waktu pengecekan paspor manual yang lama.

Uji coba perdana dilakukan pada kedatangan 375 jemaah haji dari kelompok terbang (kloter) SUB-56.

Rombongan tersebut berasal dari Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lumajang.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menyambut langsung kedatangan para jemaah di Asrama Haji Kelas I Surabaya.

Mochamad Irfan Yusuf mengapresiasi kedisiplinan jemaah serta kerja keras seluruh petugas yang berhasil menjaga keutuhan rombongan hingga kembali ke tanah air.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kedisiplinan para jemaah yang pulang dengan rombongan yang utuh.

Terima kasih dan apresiasi yang besar juga kami sampaikan kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras dan bersinergi tanpa lelah dalam memberikan layanan terbaik bagi para jemaah," ujar Menhaj saat menyambut jemaah di Surabaya.

Apresiasi tersebut diberikan kepada petugas Kementerian Haji dan Umrah, petugas kloter, tenaga kesehatan, petugas embarkasi dan debarkasi, serta instansi pendukung lainnya.

Mekanisme Kerja Koridor Biometrik

Immigration Seamless Process Corridor Gate merupakan inovasi Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mempercepat verifikasi kedatangan penumpang internasional.

Sistem ini mencocokkan data digital menggunakan identifikasi biometrik berupa pemindaian iris mata secara otomatis.

Saat melewati koridor, jemaah cukup membawa paspor tanpa harus mengantre untuk pemeriksaan identitas manual oleh petugas keimigrasian.