Dua pemain Tim Nasional Iran mengalami kendala saat akan meninggalkan Amerika Serikat setelah pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.

Kapten tim Mehdi Taremi dan Saeed Al-Hawie harus menjalani prosedur pemeriksaan tambahan yang memakan waktu lama di Bandara Los Angeles.

>>> Investor Waran Terstruktur BEI Melonjak Signifikan Hingga Mei 2026

Hambatan administratif ini menyebabkan keterlambatan perjalanan seluruh rombongan tim yang dijadwalkan bertolak menuju Tijuana, Meksiko.

Federasi Sepak Bola Iran mengonfirmasi bahwa kendala pada kontrol perbatasan menghambat kepulangan skuad.

Pemeriksaan yang memakan waktu lebih lama dari normal dilaporkan sudah terjadi sejak awal kedatangan tim di Amerika Serikat.

"Setelah pertandingan melawan Selandia Baru, dua pemain mengalami keterlambatan dan komplikasi dalam prosedur keberangkatan di bandara Los Angeles," demikian pernyataan Federasi Sepak Bola Iran yang dikutip dari RMC Sport.

Saat mayoritas anggota tim telah menaiki pesawat, Taremi dan Al-Hawie masih berada di area pemeriksaan bandara.

Federasi Sepak Bola Iran menegaskan koordinasi terus berjalan untuk menyelesaikan kendala administratif tersebut secepatnya.

>>> Mengenal Sejarah dan Filosofi Ketupat, Simbol Lebaran Penuh Makna

Protes Pelatih Iran

Situasi ini memicu gelombang protes dari tim kepelatihan, terutama terkait pemotongan waktu istirahat skuad pascapertandingan berat yang berakhir imbang 2-2.

"Kami tidak tahu mengapa kami dipaksa kembali. Ini sangat aneh karena pihak lain yang mengambil keputusan untuk kami," kata pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei.

Pembatalan sepihak izin tinggal tambahan di Los Angeles membuat Ghalenoei merasa hak pemulihan kondisi fisik para pemainnya telah dirampas.

"Sepak bola seharusnya memberi kami waktu untuk pemulihan. Namun, mereka tidak mengizinkannya," ujar Ghalenoei.

Delegasi Iran mengklaim situasi ini membuat mereka menjadi tim yang paling dirugikan selama turnamen berlangsung.

>>> Bentrokan Suporter Argentina dan Aljazair Pecah di Times Square New York

Dampak penahanan ini memaksa skuad Iran langsung menempuh perjalanan lintas negara menuju Meksiko tanpa waktu istirahat yang memadai.