Jumlah investor yang aktif bertransaksi waran terstruktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami lonjakan signifikan.

Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 30.350 investor aktif, naik drastis dari 10.972 orang pada Desember 2025.

>>> Mengenal Sejarah dan Filosofi Ketupat, Simbol Lebaran Penuh Makna

Peningkatan ini sejalan dengan nilai perdagangan yang melonjak. Berdasarkan catatan RHB Sekuritas, nilai transaksi waran terstruktur telah mencapai Rp 2 triliun per Mei 2026.

Angka tersebut bahkan hampir menyamai total nilai transaksi sepanjang tahun 2025 yang sebesar Rp 2,3 triliun.

Artinya, dalam lima bulan pertama 2026, aktivitas perdagangan sudah mendekati capaian setahun penuh.

Dua Faktor Pendorong Lonjakan

AVP Sales and Marketing Equity Derivatif RHB Sekuritas Triana Anggraini mengungkapkan dua faktor utama di balik peningkatan ini.

Pertama, perluasan underlying asset dari indeks IDX30 menjadi IDX80.

>>> Bentrokan Suporter Argentina dan Aljazair Pecah di Times Square New York

Perluasan ini memberikan variasi pilihan saham yang lebih banyak bagi investor. Kedua, meningkatnya volatilitas pasar dalam beberapa waktu terakhir menciptakan lebih banyak peluang untuk strategi perdagangan jangka pendek.

Triana menjelaskan bahwa waran terstruktur memiliki karakteristik leverage. Produk ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur pergerakan saham acuan dengan modal yang relatif kecil.

Selain untuk mencari keuntungan, instrumen ini juga bisa digunakan untuk meningkatkan efisiensi modal dan membatasi kerugian maksimal sebesar dana yang diinvestasikan.

Investor disarankan memperhatikan momentum pasar karena faktor waktu dan arah pergerakan saham acuan sangat memengaruhi kinerja.

>>> Daftar Harga HP OPPO A Series 30 April 2026 Mulai Rp1,8 Jutaan

Waran terstruktur dapat menjadi alternatif penempatan dana yang menarik saat investor melihat sinyal pembalikan arah pasar, terutama setelah pasar mengalami pelemahan atau saat ada potensi pergerakan harga besar pada saham induk.