Diperlukan sistem perlindungan sosial yang mampu melindungi kelompok ini sebelum mereka benar-benar terpuruk.

Fenomena frugal living yang kini menjamur di Indonesia tidak boleh dipandang sekadar tren di media sosial.

Di balik berbagai konten tentang hidup hemat, terdapat cerita lebih besar tentang perubahan kondisi ekonomi kelas menengah.

Menyusutnya jumlah kelas menengah dari sekitar 57 juta orang pada 2019 menjadi sekitar 47 juta orang pada 2024–2025 merupakan sinyal yang perlu mendapat perhatian serius.

Kelas menengah selama ini merupakan penyangga utama konsumsi, investasi rumah tangga, dan stabilitas sosial.

Ketika kelompok ini mulai mengencangkan ikat pinggang, menunda konsumsi, dan beralih pada pola hidup lebih hemat, mereka mengirimkan pesan penting kepada pengambil kebijakan.

Pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan secara merata. Frugal living memang dapat menjadi kebiasaan sehat jika lahir dari kesadaran dan perencanaan finansial yang baik.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 17 - 21 Juni 2026

Namun ketika hidup hemat berubah menjadi strategi bertahan hidup, kebiasaan ini mencerminkan tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat.