PHK Naik di Singapura, Lulusan Sarjana Paling Terdampak
Angka tersebut tidak berubah dibandingkan kuartal sebelumnya.
>>> Uzbekistan Hadapi Kolombia di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
Pasar Tenaga Kerja Masih Tangguh
Meski jumlah PHK meningkat, pasar tenaga kerja Singapura masih menunjukkan ketahanan.
Tingkat pekerja yang berhasil kembali mendapatkan pekerjaan dalam waktu enam bulan setelah terkena PHK meningkat menjadi 60,7%, dari sebelumnya 57,4%.
Perbaikan terlihat pada kelompok PMET, lulusan sarjana, serta pekerja muda berusia di bawah 30 tahun.
Menteri Tenaga Kerja Singapura, Tan See Leng, mengatakan PHK tetap menjadi pengalaman yang berat bagi pekerja, namun ia melihat perkembangan positif dari semakin cepatnya pekerja yang terdampak kembali memperoleh pekerjaan.
"PHK tidak pernah menjadi hal yang mudah.
Namun yang menggembirakan, kami melihat semakin banyak pekerja yang terkena PHK mampu kembali mendapatkan pekerjaan lebih cepat," ujar Tan.
Dampak AI terhadap Pekerjaan
Dalam laporan yang sama, MOM untuk pertama kalinya turut menyoroti dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap pasar tenaga kerja.
Berdasarkan data yang dirilis pada April lalu, hanya 6,2% perusahaan yang menerapkan atau menguji coba AI melaporkan pengurangan jumlah pekerja, sementara 8,5% melaporkan penurunan perekrutan.
Sebaliknya, perusahaan lebih banyak memilih mendesain ulang pekerjaan setelah mengadopsi AI. Sebanyak 18,9% responden menyatakan telah mengubah fungsi pekerjaan akibat penerapan teknologi tersebut.
Tan menilai AI sejauh ini lebih banyak mengubah bentuk pekerjaan dibanding menghilangkannya. "AI memang akan mengubah cara kita bekerja.
Namun sejauh ini, yang kami lihat adalah AI lebih banyak membentuk ulang pekerjaan dibanding menggantikan pekerja," katanya.
Sekitar 85% pengguna AI juga melaporkan peningkatan produktivitas, penghematan waktu, dan kualitas pekerjaan yang lebih baik.
>>> Haaland Cetak Dua Gol, Norwegia Hancurkan Irak 4-1 di Piala Dunia 2026
Oleh sebab itu, pemerintah Singapura terus mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pekerjaan baru di era AI.
Update Terbaru
Empat Wakil Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar Macau Open 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:24 WIB
Wamendikdasmen Imbau Orang Tua Pahami Jalur SPMB 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:24 WIB
Joshua Kimmich Minta Jerman Tak Jemawa Usai Hajar Curacao 7-1
Rabu / 17-06-2026, 13:24 WIB
Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di HUT ke-499 Jakarta
Rabu / 17-06-2026, 13:24 WIB
Timnas Inggris Jaga Rekor Laga Pembuka Jelang Hadapi Kroasia
Rabu / 17-06-2026, 13:20 WIB
Rumah Indofood Hadirkan Konsep Urban Food Market di Jakarta Fair 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:19 WIB
Kementerian ESDM Pastikan Impor Minyak dari Rusia Tetap Berjalan
Rabu / 17-06-2026, 13:19 WIB
Wapres Ghana Temui Black Stars di Toronto Beri Dukungan Jelang Piala Dunia
Rabu / 17-06-2026, 13:17 WIB
Kementan Minta Perusahaan Sawit Naikkan Harga Tandan Buah Segar
Rabu / 17-06-2026, 13:17 WIB
Lionel Messi Cetak Hat-trick, Argentina Hajar Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
Mantan Guru Prasekolah 88 Tahun Kini Jadi Asisten Mantan Muridnya
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
Austria Tekuk Yordania 3-1 di Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
AMD, Google, dan Nvidia Dikabarkan Akan Gunakan Samsung Foundry untuk Chip Masa Depan
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB
Sopir Bus Singapura Berjuang Melawan Gagal Ginjal Stadium Akhir
Rabu / 17-06-2026, 13:16 WIB






