Pengawasan terhadap kondisi jemaah tetap berjalan secara berkala hingga menit-menit terakhir menjelang keberangkatan.

KKHI tidak ragu untuk membatalkan manifes penerbangan dan menjadwalkan ulang kepulangan apabila ditemukan penurunan kondisi kesehatan mendadak saat proses pendorongan ke bandara.

"Kemarin juga ada waktu awal itu sudah kita nilai stabil.

Ketika hari H mau pendorongan, ternyata saturasinya turun, kita coba tata laksana tidak ada peningkatan, kita tarik manifestnya, kita jadwalkan ulang," ujar dr Syougie.

Setibanya di bandara tujuan di Indonesia, tanggung jawab perawatan medis jemaah haji tanazul dialihkan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi.

Jemaah yang membutuhkan penanganan khusus akan langsung dirujuk dari bandara menuju rumah sakit lanjutan.

>>> Umat Islam Hadapi Perbedaan Awal Muharram 1448 Hijriah

"Yang bertanggung jawab di debarkasi adalah PPIH debarkasi," tegas dr Syougie.